HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Ketum Persipura: Kalau ada rasisme dan provokasi, PSSI harus tegas

Titus Bonai (depan), pencetak gol perdana bagi Persipura saat menghadapi PSIS Semarang, Rabu (6/3/2019). Persipura berhasil meraih kemenangan 3-1 atas PSIS Semarang – Jubi/Media Officer Persipura Jayapura.

Papua No. 1 News Portal | Jubi 

Jayapura, Jubi – Manajemen Persipura melalui Ketua Umum (Ketum) Persipura Jayapura Benhur Tommi Mano berharap, perangkat pertandingan hingga PSSI harus lebih jeli melihat dan bertindak kalau ada teriakan provokatif ataupun kata-kata rasis dari supporter dalam sebuah pertandingan.

Hal ini dikatakan akibat di laga Persipura Jayapura menghadapi PSIS Semarang dengan skor 3-1 untuk kemenangan Mutiara Hitam julukan Persipura ada dua pemain Persipura yang mengeluarkan gestur tubuh yang tidak biasanya kepada para supporter PSIS Semarang.

Di pertandingan yang disiarkan oleh salah satu stasiun televise itu, Gunansar Mandowen tertangkap kamera memperlihatkan gestur tubuh yang tidak pantas kepada para pendukung PSIS Semarang.

Bukan hanya Gunansar Mandowen tetapi sang kapten Persipura Jayapura Boaz Solossa pun melakukan hal yang sama. Namun perilaku kedua pemain tersebut pastinya ada sebab. Untuk itu, BTM sapaan akrabnya memita kepada pihak Panitia Penyelenggara (Panpel) untuk melaporkan jalannya pertandingan sesuai dengan fakta di lapangan.

Loading...
;

“Saya pikir kedua pemain saya tidak akan berbuat seperti itu kalau tidak ada sebab. Persipura selalu menjadi korban rasis kalau melakoni laga tandang,” kata BTM kepada Jubi, Kamis (7/3/2019) melalui pesan singkatnya.

Kata BTM, dalam regulasi sudah jelas, apabila ada terakan rasis dari penonton dalam sebuah pertandingan, pihak Panpel harus bertindak sesuai dengan proedur.

“Ya, di regulasi sudah jelas tentang hal ini (teriakan rasis). Kan ada perangkat pertandingan yang menilai pertandingan, harus catat dan melapor ke PSSI supaya ada sanksi. Kalau ada rasis, kami (manajemen) akan segera  melapor,” ujarnya.

Namun BTM juga tidak membenarkan pemain Persipura membalas teriakan rasis tersebut dengan gestur tubuh seperti dalam tayangan di televisi itu.

“Saya sangat menyesal dengan sikap Mandowen terhadap penonton. Persipura tim besar, tim juara. Seharusnya tidak boleh dilakukan, Persipura tim yang dihargai dan dihormati, tidak boleh lagi melakukan ini. Kita harus mengambil simpati penonton dengan permainan yang bermutu dan hebat serta enak ditonton. Bravo Persipura, Persipura juara,” katanya.

Marthen Duwaramuri salah satu pendukung Persipura Jayapura mengaku geram dengan aksi para supporter PSIS Semarang yang melakukan provokasi kepada pemain Persipura pada laga semalam. Menurutnya, tindakan tersebut sangat tidak terpuji.

“Sangat tidak terpuji apa yang dilakukan oleh mereka (supporter PSIS Semarang). Seharusnya mereka selaku tuan rumah bertindak ramah kepada tamunya,” ujarnya.

Dirinya juga mendukung apa yang dikatakan Ketum Persipura bahwa Panpel dan juga PSSI harus segera menindak para supporter yang melakukan provokasi ataupun teriakan rasis kepada tim Persipura.

“Sampai kapan teriakan itu berhenti? Apakah Persipura tim yang berbeda dengan tim-tim kontestan Piala Presiden? PSSI jangan tinggal diam, karena hal ini ketika didiamkan maka akan tetap terus berlangsung dari tahun ke tahun. Kami hanya mau meminta keadilan,” ujarnya. (*)

 

Editor: Edho Sinaga

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top