Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Kiosnya disegel, pemilik ancam palang adat Pasar Hamadi

Pemerintah Kota Jayapura menyegel sejumlah kios di Pasar Hamadi, Selasa (26/3/2019). – Jubi/Ramah

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi –  Sejumlah pemilik kios di Pasar Hamadi marah karena kios mereka disegel Pemerintah Kota Jayapura, Selasa (26/3/2019). Dengan mengatasnamakan diri sebagai masyarakat adat yang memiliki hak ulayat atas lokasi Pasar Hamadi, para pemilik kios itu mengancam akan menutup Pasar Hamadi dengan palang adat.

Leny Ireuw yang menyatakan dirinya sebagai pemilik kios nomor 33 di lantai satu Pasar Hamadi marah karena kiosnya itu disegel Pemerintah Kota Jayapura pada Selasa. “Kios nomor 33 adalah milik (masyarakat) adat. Kami mendapatkan bagian di pasar ini karena ada kesepakatan dengan wali kota terdahulu (Wali Kota Jayapura M.R Kambu) untuk dikelola. Kami sudah kelola selama sembilan tahun,” kata Leny saat Pemerintah Kota Jayapura dan sejumlah aparat kemanan melakukan penertiban, Selasa.

Leny mengakui, sebelum kiosnya disegel ia telah menerima tiga surat pemberitahuan rencana penertiban Pasar Hamadi. Leny tetap menolak kiosnya disegel, karena menilai Pemerintah Kota Jayapura tidak memiliki alasan untuk menyegel kiosnya itu.

“Harusnya kami diberikan surat panggilan dulu. Kami tidak diberikan surat pemberitahun. Sebagai pihak adat kami merasa dirugikan dan dipermainkan. Surat yang diberikan ke kami hanya surat pemberitahuan untuk dikosongkan. Pertanyaan kami kenapa dikosongkan, apa alasannya. Selama ini kami tidak melakukan pelanggaran apapun,” jelasnya.

Loading...
;

Dengan mengatasnamakan diri sebagai masyarakat adat, Leny pun mengancam menutup Pasar Hamadi. “Tutup pasar sampai Wali Kota Jayapura datang. Tutup pasar,” kata Leny Ireuw saat Pemerintah Kota Jayapura dan sejumlah aparat kemanan melakukan penertiban, Selasa (26/3/19).

Dominggus Ireuw, yang memiliki kios nomor 20 di lantai satu Pasar Hamadi, juga menolak kiosnya disegel. Dengan mengatasnamakan diri sebagai masyarakat adat, Dominggus juga menyatakan akan menutup seluruh Pasar Hamadi dan menuntut Wali Kota Jayapura Benhur Tomi Mano turun tangan menengahi masalah itu.

“Stop dengan kegiatan ini, jangan lagi lakukan penyegelan (kios). Pemerintah terdahulu tidak bisa atasi ini (Pasar Hamadi). Kami sebagai adat memberikan pengakuan (keberadaan Pasar Hamadi dengan harapan masyarakat) adat bisa ikut menjalankan aktifitas di pasar. Kalau cara Pemerintah Kota Jayapura seperti ini, kami kembalikan dari awal lagi seperti semula, selesaikan masalah dulu (kami selaku masyarakat adat yang memiliki hak ulayat atas lokasi Pasar Hamadi),” jelas Dominggus.

Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Kota Jayapura, Robert LN Awi kios nomor 33 lantai satu Pasar Hamadi disegel karena ditempati  pedagang secara tidak sah. “Kios Nomor 33 ini milik salah satu pedagang yang sah. Akan tetapi, kios itu kini ditempati pedagang lain secara tidak sah,” jelas Awi.

Menurut Awi,  tiga kios lain yang berada di lantai satu Pasar Hamadi juga disegel karena dijadikan gudang dan tidak membayar retribusi pasar. “Di lantai dua, juga terdapat 43 kios yang akan disegel karena selama ini tidak pernah membayar retribusi pasar,” jelas Awi. (*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top