Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Kirim 26 pelajar asli Papua ke Rusia, Lukas Enembe: Ini sejarah

Para pelajar yang akan dikirim ke Rusia untuk menempuh pendidikan di beberapa universitas di Negara tersebut – Jubi/Roy Ratumakin.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Pengiriman 26 pelajar untuk menempuh pendidikan Strata Satu (S1) di beberapa universitas di Negara Rusia mendapat sambutan hangat dari Gubernur Papua Lukas Enembe. Menurutnya, ini merupakan sejarah tersendiri bagi Pemerintah Provinsi Papua.

“Hari ini adalah hari yang bersejarah bagi anak-anak kita karena akan berangkat ke Rusia. Saya sendiri belum tahu ada beasiswa dari Rusia, apa alasan atau sejarahnya di Papua, mengapa beasiswa ini diberikan bagi anak-anak di Papua. Tetapi ini patut diapresiasi,” kata Gubernur sesaat sebelum melepas para pelajar tersebut ke perwakilan Dubes Rusia untuk Indonesia, Jumat (27/9/2019) di Gedung Negara, Jayapura.

Kata Gubernur Lukas, Papua saat ini lagi mengalami situasi yang kurang kondusif, karena ada mahasiswa yang disekolahkan oleh orang tua, pemerintah daerah, bahkan pemerintah provinsi untuk menimba ilmu di luar Papua namun memilih pulang ke Papua karena ada ujaran rasisme dan persekusi yang terjadi di Surabaya dan Malang.

“Masyarakat Papua minta merdeka, merdeka, dan merdeka. Merdeka bukan hal yang gampang. Kita harus memiliki pendidikan yang terbaik, karena orang yang memiliki pendidikan yang kedepannya bisa bekerja,” ujarnya.

Loading...
;

Untuk itu dirinya berharap, calon mahasiswa yang dikirim ke jenjang pendidikan lebih tinggi untuk mempersiapkan diri dengan baik dan kembali guna mengelola Sumber Daya Manusia di tanah Papua.

“Anak-anak yang kita kirim ke Rusia, jangan bikin masalah di Rusia. Itu negara orang lain, jangan bikin masalah nanti pemerintah yang pusing harus memulangkan kalian ke Papua,” katanya.

“Kalau sekarang minta merdeka, bagaimana bisa merdeka? Pendidikan masih kita butuhkan, jangan berpikir yang tidak-tidak untuk merdeka. Ingat, orang yang berpendidikan akan menggeser orang yang tidak berpendidikan di tanah Papua,” katanya.

Dikatakan, Pemerintah Provinsi Papua telah mengirim anak-anak asli Papua sebanyak 887 orang di luar Papua. Ada 515 anak yang tersebar di berbagai negara diantaranya, enam orang ke Eropa, 270 di Amerika, dan 161 ke Australia.

“2021 dana Otsus akan berhakhir karena Dana Otsus di Papua sudah berjalan selama 20 tahun. Kalau berakhir otomatis saya tidak tahu apakah masih berlanjut atau tidak. Saya juga belum mengetahui itu,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Dian selaku perwakilan Kedubes Federasi Rusia untuk Indonesia mengatakan, diberikannya beasiswa dari Rusia terhadap pelajar di tanah Papua, karena negara itu sudah melakukan kerjasama dengan tiga Negara di wilayah Asia untuk memberikan beasiswa kepada masyarakat yang ingin menimba ilmu di Negara tersebut. Tiga Negara tersebut adalah, Indonesia, Papua Nugini, dan Timor Timur.

“Untuk di Papua, sudah terjadi sejak 2014 dan sudah meluluskan tiga putra terbaik Papua yaitu Magister jurusan olah raga yaitu Ebius Kogoya dari Tomsk State University, Magister Fisika yaitu John Gobay dari Novosibirsk State University, dan Magister Ekonimi yaitu Agustinus Sroyer dari National Research University – Higher School of Economics (HSE, Moscow),” katanya. (*)

Editor: Edho Sinaga

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top