Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

KNPB bantah tudingan terlibat unjukrasa pelajar di Wamena

Juru bicara Komite Nasional Papua Barat (KNPB), Ones Suhuniap. – Jubi/Dok

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Juru bicara Komite Nasional Papua Barat atau KNPB Ones Suhuniap membantah tuduhan Kapolres  Jayawijaya bahwa para aktivis KNPB memakai seragam SMA untuk menyusup dalam massa pelajar yang berunjukrasa di Wamena, ibukota Kabupaten Jayawijaya, Papua, pada Senin (23/9/2019). Suhuniap menegaskan KNPB tidak terlibat dalam aksi para pelajar yang berkembang menjadi amuk massa di Wamena itu.

Suhuniap menilai polisi cenderung selalu menjadikan KNPB kambing hitam agar berbagai peristiwa di Papua. “Setiap aksi yang terjadi di Papua, polisi selalu mengambinghitamkan KNPB. Sama halnya dengan lempar batu sembunyi tangan. Polisi harus bicara sesuatu sesuai dengan fakta di lapangan,” katanya kepada Jubi melalui pesan singakatnya, Senin.

Suhuniap meminta polisi tidak asal-asalan menuduh KNPB. Ia menyatakan KNPB justru telah mengeluarkan imbauan agar rakyat tidak berunjukrasa pada 23 September 2019. “Kami KNPB secara resmi keluarkan imbauan kepada rakyat bawah tidak [berunjukrasa] tanggal 23 september 2019,” katanya.

Ia mengatakan polisi tidak bisa menutupi kesalahannya dengan mengambing hitamkan KNPB. “Polisi harus mampu mengungkap siapa yang menyebabkan 16 warga sipil tewas, dan 65 lainya terluka. Sebab setiap penambakan tidak pernah terungkap siapa pelakunya. Jadi, jangan selalu tuduh KNPB. Apakah KNPB punya pabrik senjata dan memiliki peluru untuk  bunuh orang? Yang punya senjata dan peluru adalah aparat kepolisian dan TNI,” kata Suhuniap.

Loading...
;

Ketua DPR Papua, Yunus Wonda mengatakan masyarakat Papua merasa tidak nyaman melihat aparat keamanan yang diperbantukan ke Papua, berjaga di berbagai lokasi dengan senjata. Wonda meminta aparat keamanan mulai mengedepankan pendekatan humanis kepada masyarakat.

“Kami melihat juga [aparat keamanan] memegang senjata. Posisinya bukan [digantungkan], tapi kami lihat rata-rata posisi [senjata seakan] siaga. Ini harus dihindari. Saya pikir tidak harus posisi senjata seperti itu, karena membuat masyarakat merasa tidak nyaman,” kata Yunus Wonda.(*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top