Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

KNPB: kami mau didik Indonesia

 

Penangkapan aktivis KNPB (Jubi/Mawel).

Jayapura, Jubi – Komite Nasional Papua Barat (KNPB) telah berkomitmen untuk mendidik Indonesia. Menegakkan hukum, demokrasi dan kebenaran di tanah Papua.

“Kami mau didik negara ini memahami susbtasi hukum yang benar,”kata Agust Kossay, Ketua umum KNPB Pusat dalam rangka mendukung para pengacara menuntut Kapolres Mimika 1 Miliar, kepada jurnalis Jubi pada (4/02/2019).

Kata dia, hukum bukan sekedar pajangan. Bahan bukan hanya bahan kampanye tidak ada pelanggaran HAM ataupun pembukaman ruang demokrasi kepada dunia internasional melalui forum-forum resmi.

“Indonesia kan bilang tidak ada pelanggaran HAM. Itu harus dibuktikan dalam tindakan aparat. Tindakan harus berdasarkan hukum bukan melanggar hukum atas nama penegakan hukum,”ujar dia.

Loading...
;

Menurut Kossay, kalau aparat Indonesia sadar, hukum turunan Indonesia  tidak bisa menyangkal dasar hukum utama Indonesia. Lima sila Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 mesti menjadi dasar pijakannya.

Sila pertama Pancasila, menurutnya telah jelas menjamin setiap warga negara memeluk agama dan beribadah. “Ketuhanan yang maha Esa”. Sila ini jelas maksudnya, berlaku universal, termasuk jaminan orang Papua untuk beribadah.

“KNPB Mimika ibadah. Tidak mungkin Papua langsung merdeka kan. Indonesia jangan konyol meletakkan kebebasan beragama ditelapak kaki kekejaman,”tugasnya.

Kata Kossay, Indonesia telah lama melakukan kesalahan, menginjak-injak kebenaran hukumnya sendiri. Karena itu, menurut Kosay, Indonesia perlu disadarkan.

“Perlu kesadaran Indonesia atas kesalahan. Kalau tidak, Kebenaran akan bangkit membuktikan dirinya adalah kebenaran”

Gustaf Kawer, kuasa hukum KNPB mengatakan aparat kepolisian telah lama melakukan kesalahan yang sama.

“Kesalahan yang sama mengulang. Penangkapan dan penahanan tanpa prosedur hukum,”ujar dia kepada jurnalis Jubi (1/02/2019), sembari menyebut peristiwa    penangkapan aktivis KNPB Mimika 31 Desember 2018.

Kata Kawer, Indonesia mesti bertindak profesional supaya rakyat tidak menjadi korban. Karena rakyat Papua telah korban akibat salah tindak aparat.(*)

Editor: Syam Terrajana

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top