Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

KNPB: Kami minta referendum, jangan adu domba kami di Papua

Aksi demo damai oleh rakyat Papua dengan isu anti rasisme dan Tuntutan referendum sebagai solusi demokratis untuk mengakhiri konflik di West Papua di Jayapura, Kamis (29/8/2019) – Jubi/Agus Pabika.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Juru Bicara Komite Nasional Papua Barat ( KNPB ) Pusat Ones Suhuniap mengatakan, aksi demonstrasi damai oleh rakyat Papua yang menolak rasisme dan menuntut referendum dianggap sebagai solusi demokratis untuk mengakhiri konflik di West Papua.

“Hampir seluruh kota dan kabupaten se Papua hanya menuntut Referendum, dan menolak semua bentuk tawaran politik oleh Jakarta,” katanya, Jumat (30/8/2019).

Ia menjelaskan Perjuangan rakyat Papua jelas melawan rasisme dan praktik kolonialisme Indonesia di West Papua. Rakyat Papua berjuang bukan karena memusuhi orang pendatang (non Papua) yang sedang mencari rezeki di tanah Papua, namun rakyat Papua saat ini melakukan perlawanan untuk menuntut hak politiknya.

“Oleh karena itu kami meminta segera hentikan politik adu domba antara orang asli Papua dan pendatang dengan dalil NKRI harga mati. Hal ini jelas terlihat dalam aksi demo damai di Jayapura 29 Agustus 2019, kelompok reaksioner mayoritas orang non Papua yang mengaku pembela NKRI mengibarkan bendera merah putih dan menghadang massa di depan Polsek Entrop,” katanya.

Loading...
;

Bahkan Suhuniap membeberkan, ada upaya bantuan dari pihak aparat keamanan kepada sejumlah orang yang mengaku pembela merah putih dengan cara tak berusaha menghalau sejumlah penghadang tersebut. Ini berakibat, kemarin sejumlah massa aksi dari kantor Gubernur tak bisa melewati Entrop dan harus kembali ke tempat awal mereka melakukan demonstrasi.

Sementara itu Alexander Gobai salah seorang penganggungjawab aksi demonstrasi ini menuturkan, sebelum massa dipulangkan dari Kantor Gubernur Papua, beberapa anggota DPR Papua diantaranya Laurenzus Kadepa, Thomas Sondegau dan John NR Gobai datang ke lokasi dan memberikan jaminan kepada pihak keamanan.

Terkait aksi demonstrasi rusuh di Kota Jayapura, Gobai menduga ada pihak ketiga yang memanfaatkan situasi.

“Sejak awal kami komitmen aksi berjalan damai. Apa yang terjadi kemarin tidak sesuai keinginan kami. Kami juga tidak tahu terkait terbakarnya kantor KPU Papua. Itu bukan akibat ulah dari massa aksi,” ujarnya. (*)

Editor : Edho Sinaga

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top