HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

KNPB: Pertahankan TPNPB sebagai satu-satunya pertahanan militer West Papua

KNPB: Pertahankan TPNPB sebagai satu-satunya pertahanan militer West Papua

Juru Bicara Internasional Komite Nasional Papua Barat (KNPB), Victor Yeimo. – Jubi/Hengky Yeimo

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Nabire, Jubi – Pembentukan West Papua Army di Vanimo, Papua Nugini oleh para petinggi United Liberation Movement for West Papua atau ULMWP ditanggapi secara serius oleh Komite Nasional Papua Barat atau KNPB. KNPB melalui juru bicara internasionalnya, Victor Yeimo, menegaskan semua pihak harus tetap mendukung Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat sebagai satu-satunya pertahanan militer di West Papua.

Sebelumnya, pada 1 Juli 2019, ULMWP melalui juru bicara Jacob Rumbiak mengumumkan bahwa Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB), Tentara Revolusi West Papua (TRWP), Tentara Nasional Papua Barat (TNPB) telah dipersatukan di bawah nama West Papua Army (WPA). Rumbiyak juga mengklaim bahwa TPNPB, TRWP, dan TNPB mengikuti satu garis komando West Papua Army yang berada di bawah ULMWP.

Baca juga Sayap militer Pembebasan West Papua bersatu dalam West Papua Army (WPA)

Akan tetapi, Klaim Rumbiak itu disanggah juru bicara TPNPB Sebby Sambom yang menyatakan dia maupun TPNPB tidak terlibat dalam Kongres Luar Biasa I yang diselenggarakan oleh WPA itu. “Saya dengar Kongres Luar Biasa (KLB) itu diselenggarakan di Vanimo pada bulan Mei lalu. Tapi kami tidak tahu sama sekali. Jadi kami menolak semua hasil KLB itu,” ungkap Sebby Sambom, Kamis (4/7/2019) melalui sambungan telepon.

Sanggahan atas klaim Rumbiak itu juga disampaikan pemimpin Organisasi Papua Merdeka (OPM) Jeffrey Bomanak. Lalu kini, Yeimo juga menyerukan agar semua pihak tetap mendukung TPNPB tetap menjadi satu-satunya pertahanan militer di West Papua.

“TPNPB itu api revolusi yang tidak boleh dipandamkan. Ia sudah menjadi tubuh, jiwa dan roh dari cita-cita perjuangan pembebasan nasional West Papua” tegas Victor Yeimo saat dihubungi Kamis  (4/7/2019).

Yeimo berpendapat dalam perjuangan revolusi sebaiknya tidak ada banyak organisasi militer. “Militer itu mesti satu komando, satu struktur, dan satu disiplin militer. Kalau banyak, potensi saling kudeta akan terjadi. Musuh [akan] gampang mengadu-domba”, tambahnya.

Ia menyatakan nama TPNPB sudah mereprentasi cita-cita pembebasan nasional. “Tujuan revolusi West Papua itu pembebasan nasional. [Jika namanya diubah], nama [baru] itu tidak memberi semangat perjuangan pembebasan nasional” terang Yeimo.

Yeimo menghimbau para aktivis West Papua yang tergabung dalam ULMWP, termasuk para aktivis yang berjuang melalui jalur diplomasi di luar negeri, agar bijak merangkai kekuatan perjuangan. “Spirit persatuan nasional itu mendukung yang eksis. Bukan menghancurkan kekuatan yang eksis. Itu dialektika mundur”.

Kekuatan TPNPB saat ini adalah sejarah perlawanan yang dijalani dengan banyak pengorbanan. Menurut Yeimo, TPNPB tidak boleh dibunuh dengan jargon “mempersatukan” TPNPB dengan TRWP dan TNPB.

Baca juga: OPM dan TPNPB tidak tahu KLB WPA di Vanimo

“Itu sama dengan pola-pola negara imperialis menghancurkan negara anti-imperialis, yakni membangun kelompok tandingan/oposisi untuk hancurkan kekuatan yang eksis. Persatuan itu bukan formalitas diatas kertas, tetapi harus riil,” tandasnya.

Yeimo menilai West Papua Army bukanlah sebuah persatuan atau konsolidasi yang riil, karena hampir semua markas kelompok pertahanan yang telah eksis masih tunduk kepada Konstitusi 1 Juli 1971 dan sayap militer TPNPB. Ia menegaskan persatuan hanya bisa dicapai jika para pihak yang telah eksis saling menerima keberadaan pihak lain yang sama-sama memperjuangkan pembebasan West Papua.

Ia berharap ULMWP fokus pada kerja-kerja lobi dan diplomasi internasional, karena perjuangan pembebasan West Papua membutuh kualitas kerja. Yeimo mengingatkan hanya mereka yang eksis di lapangan perlawanan yang tahu bagaimana menggerakan perlawanan di lapangan.(*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Populer

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)