Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Komisi A DPRD Deiyai keberatan dengan ibadah pemulihan, Bupati: kami sedang berupaya

Bupati Deiyai, Ateng Edowai saat menyampaikan sambutan pada ibadah pemulihan – Otias for Jubi

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Anggota Komisi A, DPRD Kabupaten Deiyai, Alfret Pakage mengaku sangat keberatan dengan ibadah pemulihan yang dilakukan oleh pihak eksekutif pada Jumat, (5/10/2019).

Bagi dia, ibadah itu tidak tepat sebab sembilan pemuda Deiyai yang menjadi masih berada di Rumah Tahanan (Rutan) Polres Paniai.

“Mereka yang lain masih di penjara tapi kita yang lain keenakan. Ini tidak adil. Kalau model begini bagaimana kita mau damai? Alangkah baiknya anggaran yang dipakai untuk ibadah itu kasih keluar mereka yang ada di tahanan. Hari itu saya tidak sempat ikut ibadah itu karena saya kunjungi mereka (sembilan pemuda) di tahanan Polres,” kata Alfret Pakage kepada Jubi lewat wawancara telepon selulernya, Rabu, (9/10/2019).

Awal mula kejadian, Alfret Pakage mengatakan, berawal dari penabrakan di belakang kantor Bupati. Sembilan orang yang ditahan, pada saat itu sedang berorasi di halaman kantor Bupati pada 28 Agustus 2019. Namun ketika penembakan tidak dikendalikan, para pemdua itu rebahkan diri di kaki tiang bendera. Sehingga ia nyatakan para tersangka bukan lagi pelaku, menurutnya mereka adalah korban hidup.

Loading...
;

“Ketika mulai penembakan, mereka ini rebahkan diri depan tiang bendera di halaman kantor Bupati. Jadi mereka ini bukan pelaku. Mereka juga bukan dikejar dan bukan pula ditangkap. Tapi mereka rebahkan diri. Ini terjadi depan saya, saya saksi mata,” ungkap Pakage.

Menurut dia, para pemuda tersebut belum mengetahui persis apa yang telah terjadi di belakang kantor Bupati, kaget hanya karena ada penembakan bertubi-tubi. “Karena awal terjadi masalah itu di belakang, bukan di depan,” ucapnya.

“Lalu dijadikan tersangka juga mereka yang di depan, bukan pelaku yang di belakang. Kalau polisi menyatakan mereka adalah pelaku itu keliru, tidak benar. Harusnya tangkap yang di belakang. Saya saksi, ini semua terjadi depan mata saya. Mereka sudah merebahkan diri saat awal mulai penembakan, bukan dikejar, bukan ditangkap,” ujar dia.

Ia menyarankan alangkah baikanya Pemda setempat, senelum hendak berdamai dengan sesama,alam dan Tuhan Allah maka harus keluarkan dulu para pemuda itu. Selanjutnya lakukan doa perdamaian. “Setelah mereka keluar dulu baru kita doa sama-sama antara eksekutif, legislatif, TNI, Polri dan masyarakat nyatakan Deiyai aman dan damai,” ujarnya.

“Ibadah itu masyarakat Deiyai tidak terima karena lain masih ada di tahanan. Bagaimana kita mau katakan damai, sementara mereka yang lain yang jadi tersangka dalam kerusuhan yang sama masih ada di tahanan,” ujarnya.

Bupati Deiyai, Ateng Edowai yang dikonfirmasi Jubi mengatakan, tujuan digelarnya ibadah pemulihan untuk bersihkan darah-darah manusia yang tumpah di komplek pemerintahan itu.
“Kita tahu adat suku Mee ‘Emo witogai’ artinya bersih darah. Darah-darah manusia tertumpah di halaman kantor Bupati dan perkantoran lainnya. Dan beberapa orang meninggal juga di komplek kantor pemerintahan. Itu supaya kita beraktivitas kembali seperti biasa,” ujar Bupati Ateng.

Pihaknya juga sedang berupaya mendapatkan satu pucuk senjata api yang sudah hilang. Selanjutnya, para pemuda Deiyai yang masih ditahan juga sedang lakukan upaya-upaya untuk bebaskan mereka.

“Khusus untuk doa damai itu nanti, masih belum. Kita cari satu pucuk senjata lalu kembalikan kepada TNI dan beberapa pemuda yang ada di tahanan keluar. Ini kami sedang berupaya. Tim Pemda sedang kerja, sedang usahakan,” ujarnya.

Ia menambahkan, beberapa waktu lalu dirinya juga telah menyerahkan kronologi secara lengkap kepada perwakilan dari Kompolnas di depan Kapolres Paniai. “Waktu serahkan saya minta mohon keluarkan para pemuda itu dari tahanan. Karena kami juga tidak tinggal diam cari senjata itu,” ujarnya. (*)

Editor: Syam Terrajana

 

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top