HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Kontak senjata terjadi di Puncak, warga sipil dari tiga kampung mengungsi

Foto ilustrasi – pixabay.com

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Aparat keamanan menyisir sejumlah kampung di Distrik Gome, Kabupaten Puncak, Papua, Sabtu (24/8/2019), mengejar kelompok bersenjata pimpinan Goliath Tabuni dan Anton Tabuni. Di Kampung Mitimaga, terjadi kontak senjata antara aparat keamanan dan kelompok bersenjata. Warga sipil dari tiga kampung mengungsi ke Kantor Klasis Gereja Kemah Injil Indonesia atau GKII di Kampung Yenggernok, Distrik Gome.

Kepala Distrik Gome, Nius Tabuni mengatakan pergerakan aparat keamanan di Distrik Gome mulai terlihat sejak Sabtu pukul 06.00 WP. Di Tegelobak dan Ninggabuma, aparat keamanan yang dikenali Nisu Tabuni sebagai TNI itu memeriksa rumah dan honai warga.

Tabuni menyebut sejumlah rumah dan honai di Kampung Ninggabuma rusak saat diperiksa aparat keamanan. Tabuni juga melihat sejumlah honai di Tegelobak terbakar, namun tidak mengetahui pasti penyebab honai itu terbakar. “Hingga saat ini saya belum bisa hitung kerugian,” kata Tabuni saat dihubungi melalui sambungan telepon pada Sabtu.

Kepala Kampung Mitimaga, Irenes Wakerkwa menuturkan kontak senjata antara aparat keamanan dan kelompok bersenjata di kampungnya Gome terjadi pada Sabtu pukul 15.00 WP. “Kami [bersama warga yang mengungsi] ada [di] Kantor Klasis GKII Yenggernok di Distrik Gome. Kami sedang menyiapkan tenda untuk menampung para pengungsi,” kata Wakerkwa saat dihubungi melalui sambungan telepon di Yenggernok, Sabtu.

Loading...
;

Seperti warga Mitimaga, warga dari Kampung Tegelobak,  Kelanungin juga memilih mengungsi. Ketua Klasis GKII Gome di Kampung Yenggernok, Tinus Murib membenarkan para warga sipil telah mengungsi ke Kantor Klasis GKII Gome di Kampung Yenggernok. Menurutnya, Klasis GKII Gome membawahi 13 gereja. Hingga Sabtu petang, jemaah dari delapan gereja telah mengungsi ke Kantor Klassi GKII Gome.

“Jumlah total [warga yang mengungsi] kami belum hitung. Kebanyakan warga [yang mengungsi itu] di Klasis GKII Gome adalah perempuan dan anak-anak. Juga ibu-ibu lanjut usia,” kata Murib saat dihubungi melalui sambungan telepon di Yenggernok, Sabtu.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Puncak, Oktovianus Alom membenarkan warga dari sejumlah kampung di Distrik Gome mengungsi pada Sabtu. Alom menyatakan Pemerintah Kabupaten Puncak telah menyerahkan 3 ton beras untuk membantu para pengungsi. “Masyarakat sedang duduk di Kantor Klasis [GKII Gome]. Sehingga kami salurkan bantuan ini ke gereja agar masyarkat bisa gunakan ini,” katanya pada Sabtu.

Pembatasan sambungan internet di Papua telah berdampak kepada kualitas panggilan suara dan layanan pesan singkat pada Minggu (25/8/2019). Hal itu membuat Jubi kesulitan memutakhirkan informasi kontak senjata dan pengungsian para warga di Distrik Gome, maupun melakukan klarifikasi kepada pihak terkait.

Hingga berita ini diturunkan, Jubi belum diperoleh klarifikasi dan tanggapan dari Kodam XVII/Cenderawasih. Sejak Sabtu malam, Jubi telah berupaya menghubungi Kapendam XVII/Cenderawasih, Letkol CPL Eko Daryanto melalui pesan layanan singkat maupun panggilan suara telepon, namun belum mendapatkan balasan. Jubi kembali berupaya menghubungi Kapendam XVII/Cenderawasih pada Minggu, namun belum berhasil mendapatkan jawaban.(*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top