Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Kontak tembak di Balingga Kabupaten Lanny Jaya, masyarakat mengungsi

Ilustrasi senjata api. -Pixabay.com

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Wamena, Jubi – Kontak tembak terjadi di Kampung Timonikime, Distrik Balingga, Kabupaten Lanny Jaya, Papua, Minggu (1/12/2019) sekitar pukul 17.30 WP, antara pihak keamanan TNI/Polri dan TPN-PB di wilayah tersebut.

Sekretaris Daerah Lanny Jaya, Christian Sohilait saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya, Senin (2/12/2019) malam, membenarkan terjadi kontak senjata.

Ia menyebut, usai terjadi kontak senjata masyarakat di Distrik Balingga memilih mengungsi ke wilayah Distrik Balingga Barat dan Ayumnati.

“Saya juga sudah perintahkan lima kepala distrik masuk ke sana, untuk pastikan agar masyarakat sipil aman dan kontak senjata ini jauh dari permukiman,” katanya.

Loading...
;

Ia katakan, terjadinya kontak tembak setelah adanya kegiatan interen bakti sosial TNI/Polri pada 1 Desember 2019, yang hal itu baru diketahui oleh pemerintah daerah setempat.

Pada saat kegiatan bantuan sosial itu, kata Sohilait, dari informasi yang didapat ada pasukan sedang menjaga rekan-rekannya yang sedang melaksanakan bansos tersebut.

“Saat mereka berjaga itu, tiba-tiba mereka melihat ada OPM dekat di situ, lalu terjadilah kontak tembak yang berlangsung di daerah yang jauh dari penduduk tepatnya di Kampung Timonikime, yang terletak antara Distrik Balingga Barat dan Distrik Balingga,” katanya.

Setelah mengetahui terjadi kontak dan ada korban, pemerintah daerah berupaya menarik seluruh guru yang tersebar di Malagai, Balingga, Popome, Pirime dan lainnya menuju ke kota di Tiom, termasuk semua ojek-ojek juga diberitahu agar tidak bergeser ke daerah itu.

Ia mengaku jika pemerintah daerah, Kamis (28/11/2019), telah melakukan penggalangan terhadap semua kelompok-kelompok TPN-PB yang ada di Tiom, dimana dari komunikasi itu mereka menjamin jika 1 Desember nanti akan aman, berdasarkan pembicaraan mereka semua.

Pemerintah daerah berharap kejadian ini tidak mengganggu Natal dan keamanan masyarakat sipil yang ada di seluruh Lanny Jaya.

“Yang pemda harapkan dari TNI/Polri setelah kontak senjata ini, arahnya benar-benar kepada kelompok TPN-OPM dan tidak mengganggu masyarakat sipil yang akan memasuki Natal,” katanya.

Maka dari itu, kata Sohilait, komunikasi atau penggalangan yang selama ini dilakukan baik oleh pemda maupun TNI/Polri dirasa perlu ada semacam review kembali.

“Besok, Selasa (3/12/2019), saya akan rapat bersama semua pihak keamanan, baik yang selama ini ada di Lanny Jaya maupun yang dari luar, dimana pemerintah harap kalau memang ini sudah mulai dijalankan personel TNI/Polri yang dari luar lebih baik dituntaskan, jangan meninggalkan PR untuk pemerintah,” katanya.

Sementara itu, Dandim 1702/Jayawijaya, Letkol Inf Candra Dianto mengaku memang terjadi kontak senjata saat kegiatan bakti sosial dari pihak keamanan bersama warga.

“Saat sedang bakti sosial berupa pembagian sembako, aparat keamanan mendapat informasi dari masyarakat jika ada kelompok bersenjata dan langsung melakukan pengejaran, sehingga terjadi kontak tembak dan hasilnya satu unit senjata jenis revolver berhasil diamankan, juga menewaskan dua orang dari kelompok bersenjata itu,” kata Candra Dianto. (*)

 

Editor: Kristianto Galuwo

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top