Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Koperasi adat mendapat tambahan modal kerja dari Pemkot Jayapura

Kepala Bidang Koperasi, Ahmad Musa (berdiri) memeriksa daftar koperasi di Kota Jayapura – Jubi/Ramah

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Pemerintah Kota Jayapura menyalurkan tambahan modal kerja bagi koperasi adat yang ada di kampung untuk berjualan kebutuhan pokok. Bantuan modal kerja itu diharapkan meningkatkan pertumbuhan ekonomi kampung di Kota Jayapura.

Kepala Bidang Koperasi pada Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop dan UKM) Kota Jayapura, Ahmad Musa mengatakan bantuan itu diberikan untuk mengembangkan usaha koperasi adat berjualan kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, tepung terigu, dan telur. “Bantuan itu ada yang berupa modal kerja sembilan kebutuhan pokok senilai Rp15 juta, dan ada yang berupa uang tunai Rp40 juta,” kata Musa di Kantor Wali Kota Jayapura, Sabtu (2/3/19).

Musa menjelaskan jumlah koperasi adat yang mendapatkan bantuan 23 unit, tersebar dari 10 dari 14 kampung yang ada di Kota Jayapura. Menurut Musa, Disperindagkop dan UKM Kota Jayapura telah mentransfer bantuan modal kerja itu ke rekening bank masing-masing koperasi adat.

“Bantuan itu telah kami kirimkan melalui transfer bank ke rekening mereka. Koperasi adat yang ingin mencairkan bantuan itu tinggal membuat pengajuan, dan kami akan segera membuat rekomendasi agar modal kerja itu bisa dicairkan,” ungkapnya.

Kepala Disperindagkop dan UKM Kota Jayapura Robert L. N. Awi mengatakan, pihaknya terus mengawal kegiatan usaha koperasi kampung agar berkembang. “Koperasi adat secara rutin melaporkan perkembangan usaha mereka. Sesuai perjanjian kami dengan para pengelola koperasi adat, mereka memang diwajibkan melaporkan perkembangan usahanya,” kata Awi.

Loading...
;

Awi menyatakan, dengan adanya koperasi adat yang menjual kebutuhan pokok maka masyarakat di kampung bisa membeli kebutuhan pokok mereka di kampungnya sendiri. Dengan demikian, perputaran uang yang telah mengalir ke kampung dapat terus menerus menggerakkan perekonomian di tingkat kampung.

“Uang yang sudah mengalir ke kampung harus terus berputar di kampung, menggerakkan perekonomian di tingkat kampung. Jika perekonomian di tingkat kampung terus bertumbuh, tingkat kesejahteraan masyarakat di kampung akan meningkat,” kata Awi.(*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top