Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Korban Banjir : “Anak saya terlepas dari pelukkan”

Kondisi Kota Sentani, Kabupaten Jayapura pasca banjir bandang, Sabtu (16/3/2019) yang menerjang wilayah tersebut pulukan korban jiwa pun berjatuhan, dan ratusan jiwa lainnya hingga kini belum ditemukan – Jubi/Kris Galuwo.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi –  “Saya menggendong anak saya disaat air masih sebatas lutut orang dewasa. Namun 15 menit kemudian, air sudah setinggi rumah. Anak saya terlepas dari pelukkan ketika kayu menghantam kepala saya”

Itulah penggalan kisah Risky Werinusa, korban selamat dari banjir bandang yang menerjang Kabupaten Jayapura pada 16 Maret 2019 lalu.

Riski mengisahkan, malam itu (Minggu, 16 Maret 2019) sekitar pukul 18.00 WP Kota Sentani mulai diguyur hujan dengan intensitas tinggi. Memasuki pukul 19.30 WP rumahnya di bantaran Kali Kemiri sudah mulai kebanjiran.

“Anak saya, Alkiel Imanuel Sahane yang berusia 2 tahun sempat terbawa banjir namun saya berhasil menyelamatkannya. Itu air baru naik setinggi lutut orang dewasa. Saya bersama istri dan dua anak saya berlindung di depan rumah, karena sudah tidak ada jalan keluar selain bertahan di depan rumah,” kata Riski saat ditemui Jubi, Minggu (24/3/2019) malam usai menerima jenazah anaknya di RS Bhayangkara.

Loading...
;

Riski berusaha mengingat kejadian malam itu. Ia bercerita, sempat berlindung beberapa saat sebelum air dari atas gunung Robhong Holo turun dengan deras membawa berbagai material baik itu batu, dan kayu dengan ukuran cukup besar menimpa rumahnya.

“Saya terhantam kayu besar. Karena hantaman kayu tersebutlah anak saya terlepas dari pelukan saya. Saya terbawa bajir hingga di belakang AURI. Untung ada cabang-cabang pohon yang bisa saya raih sehingga saya bisa selamat dan tidak terseret lebih jauh,” ujarnya.

Sementara sang istri, Elisa Terubun juga mengalami hal serupa. Ditengah kepungan banjir yang datang tiba-tiba itu, ia terpisah dari suami dan dua anaknya.

“Awalnya kami bersama-sama. Kami terpisah ketika diterjang oleh banjir yang cukup deras dan setinggi rumah. Saya masih sadar disaat tergulung dalam air. Saya sudah tidak tau lagi sudah berapa banyak air banjir yang saya telan. Tuhan masih sayang, sehingga saya masih bisa selamat. Pokoknya hanya kepala saya saja yang diatas, leher sampai kaki saya tertimbun pasir. Untung ada orang yang mendengar saya berterian minta tolong makanya saya berhasil dikeluarkan dari timbunan pasir tersebut,” timpal Elisa.

Pasca berhasil menyelamatkan diri dari banjir, Risky dan Eka kembali dipertemukan. Kala itu mereka memutuskan untuk mencari kedua anak mereka. Ditengah perasaan yang campur aduk, menemukan anak pertama dalam keadaan selamat adalah kelegaan tiada tara kala itu.

“Anak saya yang pertama selamat karena tersangkut di rantingan kayu. Dia berhasil kami keluarkan. Tapi anak kedua kami yang belum kami temukan. Saya beserta istri memutuskan untuk mencari malam itu juga,” kata sambung Risky.

Namun hingga pukul 02.00 WP dini hari, anak kedua mereka tak kunjung ditemukan. Dirinya dan juga anak serta istri memutuskan untuk berjalan menyusuri jalan untuk menuju ke arah gunung merah (Kantor Bupati).

“Saya berpikir disana lebih aman karena diatas perbukitan. Saat melewati pelatarab AURI, saya baru sadar bahwa banjir ini cukup luar biasa. Bukan hanya kami saja yang mengalami musibah ini, tetapi hampir seluruh warga di Kali Kemiri,” ujarnya.

Sesampainya di Kantor Bupati, Riski mengaku terkejut karena lokasi itu sudah dipenuhi warga yang mengungsi akibat terjangan banjir.

“Ini bencana yang cukup besar. Saya melihat ke bawah (Daerah Doyo) pada pagi harinya seperti kota mati. Tidak bedanya seperti yang saya nonton di TV (bencana Palu-Donggala),” katanya.

Sesuai data dari Posko Induk, Gunung Merah Kabupaten Jayapura, tercatat 105 jenazah yang ditemukan dalam sepekan. Dari 105 tersebut, 75 diantaranya sudah berhasil diidentifikasi oleh tim DVI Dokkes Polda Papua.

Sementara itu, sesuai dari data Antem Mortem masih ada 166 jiwa yang dinyatakan hilang. Data tersebut didapatkan dari laporan masyarakat di pos Antem Mortem RS Bhayangkara. Hingga hari ini, tim gabungan masih melakukan pencarian terhadap korban jiwa yang dinyatakan hilang. (*)

Editor: Edho Sinaga

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top