Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Korban banjir di posko Milinik II Sentani masih butuh bantuan

Pengungsi di Kampung Toladan Sentani – Jubi/Yance Wenda

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Sentani, Jubi – Ada sebagaian korban banjir bandang Sentani pada Maret lalu, sejak masa transisi penanganan bencana belum tersentuh bantuan dari posko induk Gunung Merah Sentani. Mereka bertahan di posko dengan mengandalkan bantuan dari berbagai pihak, seperti gereja, mahasiswa, dan organisasi.

Salah satu posko pengungsi yang hingga kini belum tersentuh bantuan adalah posko Milinik II Sentani.

Koordinator posko pengungsian Milinik II Sentani, Mainas Kogoya, saat ditemui Jubi awal pekan ini, mengatakan sejak  masa transisi hingga saat ini tidak ada bantuan dari posko induk Gunung Merah.

“Waktu awal-awal itu memang ada bantuan yang datang dari posko di kantor GIDI Sentani dan secara langsung dari posko induk. Saat ini memang tidak ada, waktu itu bantuan cuma datang satu kali,” jelas Kogoya.

Loading...
;

Ia juga mengatakan banyak orang yang mengatasnamakan posko induk datang mengambil data pengungsi namun hingga kini tidak ada realisasi bantuan.

“Banyak yang mengaku dari posko induk begitu tapi sampai sekarang mana? Tidak usah tipu, kalian yang makan dari hasil tipu itu akan terima akibatanya,” ucap Kogoya geram.

Mainas Kogoya juga menuturkan setiap bantuan yang lewat di depan poskonya hanya lewat saja.

“Kami ini ada posko juga, kami mengungsi di Gereja Kanaan tapi bantuan itu lewat saja, begitu terus, kami hanya lihat saja, kami ada 30 kepala keluarga, anak-anak remaja 70 orang, bayi 10, anak sekolah SD 23 orang, SMA 15 orang, dan SMP 8 orang,” jelas Kogoya.

Ia berharap ada bantuan untuk mereka seperti yang diterima oleh posko lain agar anak-anak, orang tua, dan semua yang di posko bisa bertahan dan tinggal di posko dengan tenang.

“Jumlah kami banyak, jadi kalau masak beras yang 15 kg itu kami bagi dua hari, hari  ini dan besok. Kami masih butuh bantuan makan dan bantuan lainnya, itu sangat kami butuhkan sekali, dan juga soal tempat tinggal ini harus ada kepastian juga,” kata Kogoya.

Seorang mama pengungsi di posko Milinik II Sentani, Misimina Kogoya, mengatakan ia bersama anak-anaknya tinggal dengan makanan yang disumbang oleh berbagai pihak.

“Kami ini masih tinggal lapar, kami masi butuh bantuan, kalau bisa itu bantu kami beras, gula, dan bantuan lain kah karena anak-anak dan bayi juga ada jadi,” kata Misimina Kogoya.

Misimina menambahkan untuk tetap bertahan, sebagian keluarga ada yang numpang di rumah orang.

“Ada satu rumah itu tiga atau empat kepala keluarga. Jadi susah kami makan masih di posko dan kalau hujan kami naik ke SIL, di sana masih ada tenda darurat yang terpasang,” jelasnya. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top