Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Korban honai terbakar di Gome diperabukan pada Minggu

Foto ilustrasi – pixabay.com

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Kepala Distrik Gome Nius Tabuni mengatakan seorang warga sipil yang meninggal terbakar di dalam honai di Kampung Upaga, Gome, Kabupaten Puncak, Papua, pada Sabtu (24/8/2019) telah diperabukan kerabatnya pada Minggu. Hingga Selasa (27/8/2019), para warga dari sejumlah kampung di Distrik Gome masih bertahan di Kantor Klasis Gereja Kemah Injil Indonesia Gome di Kampung Yenggernok

Sejumlah warga dari beberapa kampung di Distrik Gome, Puncak, Papua melaporkan pada Sabtu aparat keamanan melakukan penyisiran di Gome untuk mengejar kelompok bersenjata Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) yang dipimpin Goliat Tabuni dan Anton Tabuni. Aparat keamanan antara lain menyisir kampung Upaga, Kelanungin, Tegelobak, Mitimaga, dan Ninggabuma.

Penyisiran aparat keamanan itu menimbulkan kepanikan para warga sipil. Di Kampugn Upaga, seorang lanjut usia bernama Ginobina Tabuni (60)  terpaksa ditinggalkan keluarganya yang panik mengungsi, dan akhirnya meninggal terbakar di dalam honai. “Jenazahnya sudah diperabukan oleh keluarganya di Kampung Upaga pada Minggu,”kata Kepala Distrik Gome, Nius Tabuni saat dihubungi melalui sambungan telepon pada Selasa.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Puncak Yames Murib mengatakan ia juga telah menerima laporan seorang warga lanjut usia bernama Ginobina Tabuni (60) meninggal terbakar di dalam honai di Kampung Upaga. Menurut Yames Murib, Ginobina Tabuni berasal dari Distrik Agandugume, Puncak.  “Akhirnya dia menghabiskan usianya di distrik Gome, Kampung Upaga,” katanya.

Loading...
;

Yames mengharapkan upaya aparat keamanan mengejar kelompok bersenjata TPNPB pimpinan Goliat Tabuni dan Anton Tabuni itu tidak mengorbankan warga sipil. “Saya pesan kepada kedua belah pihak untuk jangan sekali kali mengorban masyarakat sipil yang tidak tahu apa apa,” katanya.

Yames mendesak Pemerintah Kabupaten Puncak mengupayakan pemulihan kondisi psikologis bagi sekitar 800 warga Distrik Gome yang mengungsi dan masih bertahan di Kantor Klasis Gereja Kemah Injil Indonesia Gome di Kampung Yenggernok. “Saya sarankan untuk pemerintah mengirimkan konselor atau guru bimbingan konseling untuk mengobati rasa traumatis kepada masyarakat,” katanya.(*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top