Korban Kecelakaan Tunggal Tidak Ditanggung Jasa Raharja

Korban Kecelakaan Tunggal Tidak Ditanggung Jasa Raharja

Pelayanan di Jasa Raharja Papua (Jubi/Sindung)

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Berhati-hatilah berkendara, dan jangan sampai lengah karena lelah. Korban kecelakaan tunggal di jalan raya tidak bisa mendapatkan santunan dari Jasa Raharja.

Kepala Cabang Jasa Raharja Papua dan Papua Barat, Marganti Sitinjak mengemukakan bahwa tak semua korban kecelakaan di jalan raya bisa mendapatkan santunan dari Jasa Raharja. “Jasa Raharja menjalankan amanat Undang-undang Nomor 34 Tahun 1964 tentang Dana Pertanggungan Wajib Kecelakaan Lalu Lintas Jalan. Sesuai UU itu, korban kecelakaan tunggal tidak bisa mendapatkan santunan dari Jasa Raharja,” kata Sitinjak di Jayapura, Rabu (27/2/2019).

UU tersebut mendefinisikan korban kecelakaan lalu lintas yang berhak menerima santunan Jasa Raharja adalah setiap korban yang tidak menjadi bagian/pihak penyebab terjadinya kecelakaan. Ketentuan itulah yang menyebabkan korban kecelakaan tunggal tidak bisa menerima santunan Jasa Raharja. “Kesimpulan tentang siapa pihak yang menjadi penyebab kecelakaan didasarkan kepada laporan kepolisian, dan itu berlaku mutlak,” kata Sitinjak.

Sepanjang kurun waktu tahun 2015 hingga Januari 2019, Jasa Raharja telah membayarkan santunan senilai Rp88,4 miliar kepada para korban kecelakaan lalu lintas di Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat. “Sepanjang Januari 2019, kami telah membayarkan santunan senilai Rp2,298 miliar. Jumlah itu menurun jika dibandingkan dengan nilai santunan yang dibayarkan pada Januari 2018, senilai Rp2,36 miliar,” kata Sitinjak.

Meski nilai pembayaran santunan mengalami penurunan, Sitinjak menyatakan karakteristik korban kecelakaan lalu lintas di Papua dan Papua Barat memprihatinkan. Sejumlah 72,52% korban kecelakaan lalu lintas di kedua provinsi adalah orang dengan usia produktif, berusia antara 15 – 44 tahun. “Tren orang dengan usia produktif menjadi korban kecelakaan lalu lintas di Papua dan Papua Barat terus meningkat. Itu tren yang memprihatinkan,” kata Sitinjak.

Humas Jasa Raharja, Imanuel Bandi menambahkan bahwa Jasa Raharja terus berupaya memberikan pelayanan terbaik bagi setiap korban kecelakaan lalu lintas, termasuk dengan meningkatkan kecepatan waktu pembayaran santunan kepada korban. Kecepatan pembayaran santunan kecelakaan di Papua dan Papua Barat rata-rata mencapai 3,73 hari sejak korban meninggal dunia, lebih cepat dari target tenggat pembayaran santunan 9 hari setelah korban meninggal.

Editor: Aryo Wisanggeni G

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Populer

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)