Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Korban pelecehan seksual di gereja Guam bertambah tiga

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Guam, Jubi – Korban pelecehan seksual para pendeta gereja Katolik Guam bertambah lagi tiga orang. Mereka menjadi korban pelecehan seksual para pendeta 40 tahun lalu, ketika mereka berusia 8 hingga 11 tahun.

Pacific Daily News mengatakan para korban sebelumnya telah menyampaikan gugatan hukum kepada uskup Anthony Apuron, Louis Brouillard dan Agana. Korban sebelumnya terdiri dari dua orang mantan anak altar dan perwakilan anak altar yang tewas sejak pelecehan seksual menimpanya.

Jumlah korban kasus pelecehan seksual di gereja Katolik Guam mencapai setidaknya 50 orang. Mereka adalah mantan anak-anak altar yang mendapat perlakuan pelecehan seksual pada tahun 1950-an hingga 1970-an.

Fr Brouillard, yang kini tinggal di Amerika Serikat (AS), menerbitkan pernyataan bulan lalu yang berisi pernyataan mohon maaf atas perilaku pelecehan seksual yang ia lakukan terhadap setidaknya 20 anak laki-laki ketika ia bertugas di Guam pada rentang waktu 1940 hingga 1981.

Gugatan hukum para korban baru terlaksana saat ini setelah mereka berhasil mengumpulkan keberanian untuk menggugat. Kasus terus berlanjut setelah pemerintah Guam mencabut ketentuan pembatasan masa hukum berlaku surut. Hal itu membuat gereja bisa dituntut meski kasusnya terjadi puluhan tahun lalu. (*)

 

Loading...
;

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top