Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Kota Jayapura menargetkan zero tuna aksara tahun ini

Kepala Seksi Keaksaraan, Kesetaraan, dan Pendidikan Keluarga Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura, Nur Jaya, mendampingi warga belajar keaksaraan – Jubi/Ramah

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Angka buta aksara di Kota Jayapura terus menurun dari tahun ke tahun dan sekarang tinggal 0,07 persen. Pemkot Jayapura optimistis tahun ini bisa bebas dari buta aksara.

Pemerintah Kota Jayapura terus berupaya menurunkan angka tuna aksara. Upaya tersebut cukup berhasil. Pada 2009 angka tuna aksara di Kota Jayapura 0,77 persen dan pada 2013 mengalami penurunan yang cukup signifikan menjadi tinggal 0,14 persen.

Pada 2014 angka melek aksara mencapai 99,90 persen. Bahkan pada 2015 Kota Jayapura mendapatkan penghargaan Anugerah Aksara dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan melek aksara mencapai 99,91 persen. Terakhir pada 2017 tercatat angka melek aksara sudah mencapai 99,93 persen atau buta aksara hanya tinggal 0,07 persen.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura, Fahrudin Pasolo, mengatakan untuk akselerasi penuntasan buta aksara secara berkesinambungan maka perlu dilakukan langkah-langkah antisipasi dan responsif terhadap kemungkinan bertambahnya angka buta aksara di Kota Jayapura.

Loading...
;

Salah satu langkah awal untuk antisipasi, katanya, adalah dengan melibatkan semua pihak agar target zero tuna aksara di Kota Jayapura pada 2019 bisa terealisasi.

“Hal ini dilakukan untuk mendapatkan dan valid agar bisa merumuskan kebijakan dan pemecahan angka buta aksara,” kata Fahrudin di Jayapura, Selasa, 10 September 2019.

Menurut Fachrudin, angka pertumbuhan buta aksara mengalami fluktuasi karena Kota Jayapura merupakan kota tujuan dan destinasi dari berbagai daerah di Indonesia.

Program penuntasan buta aksara yang dilakukan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura dalam penuntasan buta aksara, yaitu gencar melakukan sosialisasi kepada semua elemen masyarakat.

“Tujuan sosialisasi akselerasi penuntasan buta aksara adalah menyebarluaskan informasi tentang pentingnya penuntasan buta aksara, mengajak semua elemen masyarakat untuk turut serta dalam program penuntasan buta akasara,” ujarnya.

Ia mengajak warga di Kota Jayapura terus termotivasi untuk belajar, karena jika tidak bisa membaca dunia akan gelap. Dengan bisa membaca, sudah pasti bisa berhitung dan menulis.

“Pogram penuntasan buta aksara guna mewujudkan Kota Jayapura yang beriman, bersatu, sejahtera, mandiri, dan modern berbasis kearifan lokal menuju Kota Jayapura sebagai kota smart city, kami terus berusaha menurunkan angka buta huruf sampai zero. Kami mengajak semua elemen masyarakat untuk pro aktif mendeteksi dini masyarakat yang masih buta aksara,” katanya.

Kepala Seksi Keaksaraan Kesetaraan dan Pendidikan Keluarga Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura, Nur Jaya, mengatakan aksara merupakan sarana yang mengantar cakrawala pengetahuan dan peradaban suatu bangsa, karena aksara membentuk wacana yang dapat dikenali, dipahami, dan diterapkan dari generasi ke generasi.

“Penuntasan angka buta aksara di Kota Jayapura sudah mencapai 99,93 persen, tersisa 0,07 persen usia 15-60 tahun, yang harus kami tuntaskan. Ini menunjukkan keseriusan dan perhatian besar pemerintah Kota Jayapura untuk menuntaskan buta aksara,” ujarnya.

Terkait program keaksaraan dasar yang sudah dilaksanakan Disdikbud Kota Jayapura, pada 2018 terdapat 250 orang keaksaraan dasar dan 190 orang keaksaraan usaha mandiri. Mereka tersebar di wilayah Kota Jayapura dengan melibatkan lintas sektor terkait.

“Menurunkan buta aksara dan meningkatkan capaian indeks pembangunan manusia merupakan indikator penting dalam keberhasilan pembangunan di Kota Jayapura,” katanya.

Seorang tutor di PKBM GILGAL, Dok 8 Atas, Maria Sanabuki, mengatakan warga khususnya Orang Asli Papua (OAP) sangat antusias datang belajar karena mempunyai kerinduan ingin bisa membaca, menulis, dan berhitung.

“Yang paling utama mereka ingin bisa membaca Al-Kitab dan bisa mengajarkan anak-anak mereka di usia dini. Jumlah peserta belajar pada kami ada 60 orang yang aktif dari 100 lebih peserta,” katanya.

Proses belajar-mengajar yang diajarkan di PKBM GILGAL, lanjut Sanabuki, pembelajaran keaksaraan dasar bagi yang belum bisa baca, menulis, dan berhitung. Lalu, tahap selanjutnya dengan mengajarkan terkait kondisi lingkungan terkait aktivitas sehari-hari, seperti berkebun dan berjualan ke pasar.

“Proses belajar-mengajar satu minggu tiga kali kami berikan dan itu dilakukan pada sore hari, warga belajar saya penduduk asli Papua dan itu semuanya orang pegunungan, kami bertekad menuntaskan buta aksara,” ujarnya.

Seorang peserta, Jely Wonda, mengatakan merasa sangat bersyukur bisa mengikuti kegiatan pendidikan keaksaraan karena sebelumnya tidak pernah mengalami proses belajar berhitung, menulis, dan membaca.

“Yang dulunya hanya ke kebun dan pasar lalu balik lagi ke rumah tapi sekarang ada kegiatan tambahan yang membuat pintar, dari tidak bisa membaca, menulis, dan berhitung sekarang sudah bisa,” ujarnya.

Pamong belajar di Balai Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (BP PAUD Dikmas) Wilayah Papua dan Papua Barat, Trifaturohman, mengajak Pemkot Jayapura untuk terus memacu kinerja dalam pelayanan sehingga warga yang sudah bisa membaca, berhitung, dan menulis tidak lupa dengan yang sudah diajarkan.

“Kami juga terus melakukan sosialisasi di Papua dan Papua Barat dengan program pendataan,” katanya.

Program pendataan tersebut untuk pemetaan menurunkan angka buta aksara. Berdasarkan data yang dirilis BPS pada 2018, angka buta aksara di Papua mencapai 26 persen.

Menurut Trifaturohman, penuntasan pendidikan buta aksara terdiri dari pendidikan keaksaraan dasar, keaksaraan lanjutan, dan pendidikan multi keaksaraan mandiri.

Pendidikan keaksaraan memberikan bekal kepada warga agar bisa membaca, berhitung, dan menulis. Seorang tutor menangani 10 orang dengan lama belajar 86 jam atau tiga bulan. (*)

Editor: Syofiardi

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top