Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

KPU Yalimo siapkan alat bukti hadapi gugatan di MK

Rapat pleno terbuka rekapitulasi dan penetapan hasil Pemilu 2019 oleh KPU Yalimo-Jubi/Dok Bawaslu Yalimo

Wamena, Jubi – Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Yalimo siap menghadapi gugatan hasil Pemilu legislatif 2019 di Mahkamah Konstitusi. Alat bukti tengah disiapkan jelang persidangan.

Ketua KPU Yalimo, Yehemia Walianggen mengatakan, sedikitnya ada tiga gugatan yang diajukan sejumlah Caleg dan partai politik terhadap KPU setempat ke MK.

“Pertama ada gugatan dari salah satu caleg kabupaten dari partai Demokrat Yalimo, terkait pemilihan di disrtrik Abenaho,” kata Walianggen saat dihubungi, Selasa (2/7/2019).

Ia menjelaskan, gugatan itu terkait pemilihan di TPS Musanahikma, distrik Abenaho, Yalimo dengan laporan pada proses Pemilu terjadi pelanggaran di tingkat TPS.

Tetapi ia menjelaskan, terkait hal itu telah ada rekomendasi dari Panwas distrik Abenaho dan ditindaklanjuti PPD menyangkut sebanyak 180 suara sah yang tidak terpakai.

“”Itu yang didalilkan oleh pemohon atau caleg dari Demokrat atas nama Wempi Yare mengajukan gugatan. Prinsipnya kami sudah menindaklanjuti rekomendasi yang dikeluarkan oleh Panwas distrik, jadi tinggal pembuktian di depan hakim saja nanti saat persidangan digelar,”” katanya.

Gugatan lainya yang dilayangkan ke KPU Yalimo datang dari calon DPD yang memperkarakan bahwa KPU Yalimo tidak melaksanakan pemilu sesuai ketentuan, serta satu lagi gugatan dari calon anggota DPR Papua dapil V (Yalimo, Yahukimo dan Pegunungan Bintang).

Loading...
;

“”Sejauh ini mereka sudah ajukan permohonan di MK, tetapi MK belum daftarkan itu dalam pokok perkara, jadi sementara masih melakukan registrasi pemohon yang masuk, sehingga kami masih menunggu undangan jika sidang akan digelar,”” katanya.

Ketua Bawaslu Yalimo, Habakuk Mabel saat dikonfirmasi menjelaskan jika persoalan di TPS Musanahikma itu memang masuk dalam pengaduan ke MK.

“”Surat rekomendasi yang dikeluarkan Panwas Distrik Abenaho untuk TPS Musanahikma ini adalah sebagai langkah pencegahan, untuk menjaga perselisihan masyarakat karena suara sisa yang tidak terpakai itu,”” katanya.

Meski begitu kata Mabel, secara keseluruhan pelaksanaan pemilu 2019 di Yalimo tetap dilakukan pengawasan secara maksimal kepada penyelenggara pemilu dalam hal ini KPU termasuk 16 parpol yang menjadi peserta Pemilu.

“”TPS Musanahikma selaku pengawas kami di lapangan, sudah berupaya melakukan klarifikasi maupun mediasi, agar caleg parpol yang masuk di TPS itu mengikuti aturan yang disampaikan oleh jajaran pengawas kami di distrik, namun kedua bela pihak sulit dipertemukan sehingga pengaduan ini dibawa naik ke MK, sehingga kami hanya menunggu putusan MK,””tutupnya. (*)

Editor: Syam Terrajana

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top