Lagi-lagi tak ada TPS Khusus bagi difabel di Pemilu

Lagi-lagi tak ada TPS Khusus bagi difabel di Pemilu

Suasana sosialisasi dan simulasi kepada para penyandang disabilitas yang dilakukan oleh KPU Papua – Jubi/Roy Ratumakin.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Keinginan para penyandang disabilitas di Kota Jayapura agar bisa memberikan hak suaranya lewat Tempat Pemungutan Suara  (TPS) khusus, akhirnya sirnah.

Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Papua Divisi Program dan Data, Diana Dortea Simbiak mengatakan, khusus untuk di Papua tidak ada TPS khusus penyandang disabilitas.

“Jadi para penyandang disabilitas ini akan mencoblos di TPS-TPS yang sudah ditentukan oleh penyelenggara. Tidak ada TPS khusus untuk penyandang disabilitas,” kata Simbiak menjawab pertanyaan Jubi, Senin (15/4/2019) di Jayapura.

Menurut Simbiak, pihaknya akan memerintahkan KPUD untuk melakukan koordinasi dengan petugas KPPS guna mendahulukan para penyandang disabilitas ketika akan mencoblos pada hari pelaksanaan.

“Penyandang disabilitas akan menjadi prioritas utama ketika mereka akan mencoblos. Mereka akan didahulukan pada pemilih lainnya, dan para petugas KPPS di TPS harus proaktif melayani mereka,” ujarnya.

Disinggung apakah pihak KPPS juga melayani para penyandang disabilitas yang tidak bisa datang ke TPS karena keterbatasan akses dan juga kondisi tubuh yang tidak memungkinkan,  Simbiak mengataan bahwa hal tersebut harus dilakukan dan menjadi sebuah kewajiban.

“Sudah ada perintah UU. Jadi harus dilayani. Sayangnya kita tidak memiliki TPS khusus untuk mereka (penyandang disabilitas),” katanya.

Di tempat yang sama Ketua Pusat Pemilihan Umum Akses (PPUA) Disabilitas Kota Jayapura Roby Nyong mengaku kecewa karena tidak adanya TPS khusus untuk peyandang disabilitas pada Pemilu 2019.

“Tentunya kami sangat kecewa. Pemilu kali ini kan banyak yang harus dicoblos, seharusya pemerintah memperhatikan hal ini jauh-jauh hari sebelumnya,” kata Roby kepada Jubi.

Dikatakan, akan menjadi sebuah masalah ketika para penyandang disabilitas melakukan pecoblosan di TPS yang bukan diperuntukan untuk penyandang disabilitas. Masalah pertama adalah, penempatan kotak suara yang tidak sesuai dengan pengguna kursi roda.

“Dan juga bagi masyarakat tuna netra. Akan memakan waktu yang lama karena mereka harus membaca satu per satu kertas suara. Saya berpikir pemerintah tidak serius melihat hal ini,” ujarnya.

Kata Roby, selama ini pemerintah selalu menganggap para penyandang disabilitas sebagai objek bukan sebagai subjek dalam pembangunan. Buktinya dalam Pemilu 2019 kali ini.

“Dari tahun ke tahun selalu begini. Alasan pemerintah karena waktunya sudah mepet. Lah, penyandang disabilitas ini kan sudah bermukim lama di Kota Jayapura. Kami ini sudah menjadi warga Kota Jayapura sudah berpuluh-puluh tahun. Masa setiap kali Pemilu alasannya tetap sama,” keluh Roby. (*)

Editor       : Edho Sinaga

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Populer

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)