Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Lawan hama kumbang CRB, Vanuatu gunakan virus

Hama kumbang Coconut Rhinoceros Beetles (CRB) berpotensi menyebabkan kerugian yang tinggi dalam produksi kopra dan minyak kelapa, dan bagi keluarga-keluarga yang mengandalkan kelapa untuk ketahanan pangan. – DVU/Adorina Massing

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Efate, Jubi – Selasa kemarin (15/10/2019) merupakan momen bersejarah di Vanuatu, ketika Kementerian Pertanian, Peternakan, Kehutanan, Perikanan dan Biosekuriti (MALFFB) dan Kantor Badan Nasional Penanggulangan Bencana (NDMO), melepaskan satu spesies virus dalam upayanya menanggulangi hama Kumbang Badak atau Coconut Rhinoceros Beetles (CRB) dewasa di sebelah utara Pulau Efate.

Sekitar 30 kumbang CRB telah dikontaminasi dengan virus bernama Oryctes, dan dibebaskan ke situs pertama, dengan harapan mereka akan membunuh spesies kumbang lainnya, yang tidak terinfeksi saat mereka bertemu dan berinteraksi dengan populasi.

Pelepasan virus itu disaksikan langsung oleh Menteri Perubahan Iklim dan Bencana Alam, Bruno Leingkon, yang memuji kelompok di balik operasi penanggulangan CRB atas kerja keras mereka sejak hari pertama Keadaan Darurat (State of the Emergency; SoE) dideklarasikan.

“Pohon kelapa dianggap sebagai sumber pendapatan utama, bagi sebagian besar masyarakat terpencil kita di pulau-pulau itu, itulah sebabnya kita perlu bekerja keras dalam memberantas hama ini,” tegasnya.

Loading...
;

Direktur Jenderal (Ditjen) MALFFB, Moses Amos, berkata ini adalah momen bersejarah bagi masyarakat kita untuk menyaksikan perubahan yang signifikan, dimana kita dapat membebaskan virus yang bisa, untuk pertama dan terakhir kalinya, memberantas hama ini.

“MALFFB siap untuk turun tangan dan membantu dalam rencana-rencana rehabilitasi masyarakat yang terkena dampak CRB, dengan bantuan dari NDMO, setelah SoE berakhir pada 20 Oktober,” katanya.

Komisaris Tinggi Selandia Baru, Jonathan Schwass, yang telah memberikan dukungan dan komitmen mereka dalam penanggulangan hama ini, berkata bahwa Vanuatu memiliki sektor pertanian sangat bergantung pada upaya untuk mencegah penyakit tanaman dan hama, yang dengan mudah dapat menghancurkan produksi seluruh sektor itu.

“Ekspor produk-produk kelapa dari Vanuatu bernilai lebih dari Vt2 miliar pada 2017, ini mewakili lebih dari sepertiga dari total ekspor Vanuatu,” ungkapnya.

“Hama kumbang CRB berpotensi untuk menyebabkan kerugian yang tinggi pada produksi kopra dan minyak kelapa, mata pencaharian petani, bagi mereka yang menggunakan daun kelapa untuk membuat kerajinan tangan, dan bagi keluarga yang mengandalkan kelapa untuk ketahanan pangan.” (Daily Post Vanuatu)


Editor : Kristianto Galuwo

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top