Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Lebih dari 200 orang mengungsi akibat air laut pasang di atol Majuro

Seorang warga lokal menatap air laut pasang di Majuro, Rabu lalu (27/11/2019). – Marianas Variety

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Majuro, Jubi – Lebih dari 200 orang mengungsi dari rumah-rumah mereka di ibu kota Kepulauan Marshall sejak Rabu (27/11/2019), setelah gelombang besar menyebabkan air laut pasang di sekitar atol dataran rendah itu.

Air laut pasang disebabkan oleh gelombang tinggi, dan semakin parah akibat gelombang pasang yang lebih tinggi dari biasanya pada Rabu. Banjir ini ditakutkan akan lebih tinggi pada Kamis dan Jumat sebelum air laut kembali surut.

Meskipun kerusakan terlihat tidak terlalu berat di sekitar atol Majuro, rumah-rumah dan halaman warga setempat dibanjiri air laut, jalan-jalan di bandara internasional di negara itu juga tidak dapat dilewati untuk sementara waktu, dan puing-puing bekas banjir dari bebatuan dan pasir hingga sampah hanyut ke jalan-jalan dan ke lapangan-lapangan.

Staf Palang Merah Kepulauan Marshall, Harry Herming, berkata 185 warga Majuro telah dipindahkan dari daerah banjir ke dua sekolah dasar negeri. Sementara Gereja Mormon, Salvation Army, dan Komunitas Muslim Ahmadiyah semuanya telah membuka pintu mereka kepada penduduk lokal yang perlu dievakuasi dari daerah banjir lainnya.

Loading...
;

Kantor Sekretaris Negara, yang bertugas mengoordinasikan penanggulangan bencana alam, telah bergabung dengan Palang Merah dan Badan Perlindungan Lingkungan Hidup, untuk melakukan penilaian kerusakan pada Jumat.

Umumnya periode pasang-surut air laut atau king tide di Kepulauan Marshall adalah dari Januari hingga Maret. (Marianas Variety)

 

Editor: Kristianto Galuwo

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top