Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Lebih dari 50 orang penambang giok di Myanmar tertimbun

Penambang emas, Dok/Jubi

Tanah longsor mematikan dan kecelakaan lainnya sering terjadi di tambang Hpakant yang kaya akan, namun miskin regulasi.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Naypytiaw, jubi – Lebih dari 50 orang dikhawatirkan tewas di Myanmar, saat penambang batu giok dan peralatan yang mereka bawa tertimpa tumpukan bahan limbah pada Senin, (22/4/2019) malam.

Seorang anggota parlemen yang mewakili area Hpakant di Negara Bagian Kachin, Tin Soe, menyatakan tiga jasad berhasil diangkat dari reruntuhan. Tanah longsor mematikan dan kecelakaan lainnya sering terjadi di tambang Hpakant yang kaya akan, namun miskin regulasi.

“Mereka tak akan selamat. Tak mungkin, karena mereka terkubur di bawah lumpur,” kata Tin Soe kepada Reuters.

Berita terkait : Puluhan penambang batu giok di Myanmar diduga tewas tertimbun

Masyarakat pesisir PNG menolak penambangan bawah laut

Loading...
;

Ia mengatakan sangat sulit untuk mengevakuasi jasad-jasad tersebut. Di dalam longsoran terdapat sebanyak 54 pekerja dari dua perusahaan tambang, 40 mesin dan sejumlah kendaraan termasuk ekskavator dan truk, terperangkap akibat runtuhnya tumpukan sampah.

Kepala pemadam kebakaran Hpakant, Aye Thein, mengatakan operasi pencarian dilakukan sejak Selasa pagi dan upaya penyelamatan hingga kini masih berlangsung.

Kementerian Informasi Myanmar mengonfirmasikan di akun Facebook, bahwa 54 pekerja hilang. Pihaknya mengidentifikasi dua perusahaan yang terlibat yakni, Shwe Nagar Koe Kaung dan Myanmar Thura.

Reuters tidak dapat menghubungi dua perusahaan tersebut untuk dimintai keterangan. (*)

Editor : Edi Faisol

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top