Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Legislator Papua soroti kondisi PPI di Nabire

 

Jhon Gobai di depan Gapura PPI Nabire – Jubi/Titus Ruban.

Nabire, Jubi – Legislator Papua, Jhon NR Gobai menyoroti penanganan Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) di Kampung Waharia Distrik Teluk Kimi.

Menurut Gobai, PPI di Nabire adalah aset Pemkab Nabire yang terlantar. Padahal masyarakat enam suku pemilik hak ulayat di Kabupaten Nabire hidupnya tergantung di laut sebagai sumber kehidupan.

“Dengan hadirnya (PPI) ini (seharusnya) dapat membantu sarana prasarana masyarakat khususnya para nelayan untuk melakukan pelelangan ikan,” kata Gobai saat melakukan kunjungan kerja di Nabire jumat (28/06/2019).

Selain itu lanjut Gobai, ada juga SPBN untuk mengambil Bahan Bakar Minyak (BBM) bagi para nelayan. Aset – aset ini diduga kuat terlantar bahkan disinyalir SPBN disalah gunakan. Artinya BBM tidak hanya digunakan oleh nelayan, akan tetapi juga oleh masyarakat umum.

Loading...
;

“Saya pikir ini kesalahan Pemkab yang tidak mengelola aset dengan baik. Fasilitas ini sangat bagus. Ada perumahan, pelelangan dan serba lengkap namun sayang tidak dimanfaatkan,” bebernya.

Dibandingkan PPI di Hamadi, kata Jhon, PPI Nabire jauh lebih luas dan memiliki fasilitas lengkap. namun pemanfaatannya tidak bagus. Sementara PPI di Hamadi, Kota Jayapura yang sempit dan kurang peralatan, jauh lebih bagus pemanfaatannya.

Untuk itu dia meminta Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Nabire, untuk dapat menertibkan nelayan – nelayan di Nabire. Agar dapat memanfaatkan PPI dan SPBN sehingga mereka memperoleh layanan yang baik.

“Pemkab juga bisa membangun tempat pengalengan ikan misalnya atau kreasi yang lain guna menyejahterakan nelayan dan masyarakat sekitar,” ungkapnya.

Seorang warga sekitar yang enggan namanya disebutkan mengatakan bahwa nelayan – nelayan khususnya OAP tidak banyak berbuat apa – apa. Kata dia, fenomena di PPI Nabire bahwa sudah ada calo calo pedagang ikan. Selain itu nelayan kurang diperhatikan termasuk BBM yang sering di beli masyarakat dari luar.

“Jadi sebenarnya PPI ini saya lihat kurang diperhatikan. Terus masyarakat luar juga sering masuk beli BBM di dalam. Akibatnya nelayan sering tidak mendapatkan BBM,” tandasnya.

Editor: Syam Terrajana

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top