HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Libur Lebaran, sampah di Pasar Pharaa Sentani menumpuk

Tumpukan sampah di Pasar Pharaa Sentani – Jubi/Yance Wenda

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Sentani, Jubi – Sejak cuti bersama, Senin (3/6/2019) hingga Hari Raya Idulfitri, sampah di Pasar Pharaa Sentani terlihat menumpuk. Hal ini disebebkan kurangnya kesadaran penjual hasil bumi dan para pemilik kios serta para pengunjung pasar yang masih belum tertib untuk membuang sampah pada tempatnya.

Pantauan Jubi di Pasar Pharaa Sentani, Senin (10/6/2019), sampah di pasar berserakan, baik itu sampah karton, plastik, dan sampah jualan mama-mama. Tidak hanya sampah jualan namun sampah pengunjung, baik itu botol air mineral, kulit pinang, dan sampah lainnya.

Baktiar, supir truk sampah pasar Pharaa Sentani, mengatakan sampah ini sudah ada sejak sebelum Lebaran.

“Sampah sebelum Lebaran memang sudah banyak, baik sampah dari mama-mama yang jualan dan juga sampah dari setiap kios atau toko,” ucapnya.

Loading...
;

Kata Baktiar, sejak libur Lebaran ini petugas kebersihan memang sempat tidak bekerja karena hak mereka belum diberikan.

“Petugas karena belum di berikan hak mereka jadi petugas dorang kerja juga malas, karena hak mereka itu belum diberikan,” jelas Baktiar, saat ditemui Jubi di Pasar Pharaa Sentani, Senin (10/6/2019).

Sampah di pasar ini, imbuhnya, tidak bisa dikerjakan sendiri atau dengan beberapa orang karena sampah pasar sangat banyak.

“Sampah ini di hari normal itu  empat sampai dengan enam kali muat, apalagi di hari besar dan sampah yang banyak pasti lebih namun sayang kondisi truk yang sudah tidak kuat tentu akan berkurang jumlah muat sampah,” kata Bakhtiar.

Yanna, salah seorang pengunjung pasar, mengatakan pasar ini kalau bersih akan terlihat indah.

“Saya bilang indah ini karena setiap orang yang datang di sini itu bukan orang Papua saja tapi siapa saja semua ada di pasar dengan warna warni jualan dan juga gaya mereka,” ucapnya.

Yanna mengatakan kebersihan tidak hanya menjadi tanggung jawab petugas saja.

“Kita juga harus bertanggung jawab soal sampah ini, makan pinang buang sampah di tempatnya dan sampah lain juga demikian, jangan heran kalau kita sakit karena apa, hanya karena sampah seperti ini saja,” kata Yanna. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top