Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Lilin-lilin menyala, solidaritas atas aksi persekusi mahasiswa Papua di Surabaya

Aksi pemasangan lilin di kawasan Perumnas 3 waena – Jubi/ dokviktoryeimo

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Solidaritas Mahasiswa Anti Rasis melakukan aksi pemasangan lilin di Perumnas tiga pada pukul 19:30-20:30 WIT.

Aksi itu merupakan bentuk keprihatinan atas sikap rasis represif dan persekusi oleh aparat TNI/Polri serta kelompok yang menamakan diri Ormas di Surabaya, yang menyerang dan merusak fasilitas asrama mahasiswa papua dengan lemparan batu serta puluhan tembakan gas air mata , itu terjadi sejak tanggal 16 -17 Agustus 2019.

“ Ujaran kebencian dan rasisme terhadap mahasiswa Papua di Surabaya. Dimana informasi yang didapat, proses persekusi tersebut berlangsung selama dua hari, sejak pada 16 Agustus 2019 pukul 15.37 WIB hingga 17 Agustus 2019 pukul 16.50 kawan-kawan asrama Papua di Surabaya ditangkap dan diamankan di Polresta Surabaya,” kata Ferry Boom Gombo, dari Solidaritas Mahasiswa Anti Rasis, Sabtu malam (17/8/2019).

Tindakan represif dan rasis bermula karena adanya tuduhan terhadap mahasiswa yang berada di asrama, bahwa mereka sengaja menjatuhkan bendera merah putih , namun tuduhan tersebut ditepis oleh kawan-kawan pemilik asrama.

Loading...
;

Hingga sekarang, sekitar 43 Mahasiswa asal Papua di Surabaya masih ditahan. Empat di antaranya mengalami kekerasan fisik, saat berada diangkut ke dalam truk dan disiksa sepanjang perjalanan menuju Polresta Surabaya

Atas perlakuan itu, pihaknya menyatakan sikap sebagai berikut:

1. Mengutuk tindakan represif yang anti demokrasi dan rasis, yang dilakukan oleh Indonesia terhadap rakyat Papua, terkhusus kawan kami Mahasiswa Papua di Surabaya dan Malang.

2. Segera tangkap dan adili Aparat Militer TNI/Polri, Ormas reaksioner serta ketua RT/RW yang terlibat dalam tindakan rasis dan persekusi, dengan melempar batu dan merusak fasilitas asrama, serta segera mengganti rugi fasilitas yang telah dirusak.

3. Segera bebaskan tanpa syarat ke 43 kawan kami yang saat ini masih ditahan di Polresta Surabaya.

4. Mengimbau kepada seluruh mahasiswa Papua yang di seluruh Indonesia, terkhusus di kota studi Jayapura untuk bersolidaritas dengan kami dalam melawan rasisme, mengutuk tindakan represif yang terjadi kepada kawan-kawan mahasiswa Papua di Surabaya dan Malang.

Pada Senin 19 Agustus 2019 bertempat di Auditorium Universitas Cenderawasih, Abepura, pihaknya akan menggelar aksi lanjutan dalam bentuk mimbar bebas mahasiswa.

Aktivis Sepaham Nelius Wenda menambahkan, tanpa mengetahui pasti siapa pelaku yang menjatuhkan bendera merah putih ke dalam got, massa dan aparat langsung main persekusi, dia menduga ini hanya menjadi dalih penyerangan terhadap asrama mahasiswa Papua di Surabaya. “Asrama adalah rumah Mereka, mengapa harus dipaksa keluar,” ujarnya. (*)

Editor: Syam Terrajana

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top