Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

LMA gelar pertemuan bersama mencari solusi persoalan di Wamena

Seluruh tokoh saling bersalaman usai pertemuan di kantor LMA Jayawijaya-Jubi/Islami

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Wamena, Jubi – Untuk mencari solusi penyelesaian persoalan pasca kejadian 23 September, Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Kabupaten Jayawijaya bersama LMA distrik, tokoh-tokoh, kepala suku hingga paguyuban yang ada melakukan pertemuan bersama.

Pertemuan digelar di halaman kantor LMA Jayawijaya, Jumat (18/10/2019) dihadiri pula oleh Kapolda Papua, Pangdam XVII/Cenderawasih serta pemerintah Kabupaten Jayawijaya dan disepakati jika semua pihak saling memaafkan serta mendukung upaya-upaya penegakan hukum bagi para pelaku.

Bahkan di pertemuan itu, Paguyuban Nusantara Jayawijaya menyampaikan pokok pikiran mereka kepada LMA Jayawijaya, yaitu masyarakat nusantara yang menjadi korban menerima permintaan maaf dari masyarakat adat Jayawijaya, rasa takut harus diakhiri secara persuasif, sikap saling curiga diantara masyarakat harus diakhiri, meminta warga yang mengungsi untuk kembali, proses hukum para perusuh harus tetap berjalan dan memberikan dukungan kepada pemerintah daerah dalam pemulihan Wamena secara bertahap.

Kapolda Papua, Irjen Pol Paulus Waterpauw mengatakan, pertemuan itu berhasil digelar setelah LMA Jayawijaya berkoordinasi dengan aparat dan Pemda Jayawijaya untuk melakukan pertemuan yang juga melibatkan masyarakat adat .

Loading...
;

“Ini sebuah inisiatif yang baik, karena kepala suku besar Mukoko sudah menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada saudara-saudara dari paguyuban yang menjadi korban,” kata Waterpauw.

Menurutnya, Paguyuban Nusantara juga dengan tulus menerima permohonan maaf dimana hal itu dinilai menjadi modal awal untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi di Jayawijaya.

“Pihak keamanan hanya membantu dengan upaya menguraikan masalah-masalah yang ada dalam pikiran masing-masing, kalau itu soal pemerintah ada bupati bisa mengakomodir,” katanya.

Tokoh masyarakat dari suku Mukoko, Agus Hubi mengatakan persoalan yang terjadi di Wamena akan diselesaikan secarara bertahap, dimana suku Mukoko bertanggungjawab penuh untuk menyelesaikan masalah ini dan pertemuan ini akan diangkat ke tingkat LMA.

“Hasil pertemuan adat ini akan diangkat ke LMA, hari ini kami saling bersalaman untuk bersepakat mencari solusi menyelesaikan masalah yang terjadi,” kata Agus Hubi.

“Penyelesaian masalah ini akan menjadi beban moril ketua-ketua adat untuk menyelesaikannya, masalah aman dan tidak itu kembali kepada masyarakat masing-masing,” katanya.

Sementara itu Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua berucap pemerintah daerah mengapresiasi LMA Jayawijaya yang bisa mengumpulkan semua masyarakat baik itu dari adat maupun dari warga Paguyuban Nusantara.

Ia melihat apa yang dilakukan LMA, bisa mengakomodiur seluruh gagasan dan pikiran masyarakat sehingga permohonan maaf yang disampaikan bisa benar-benar dijalankan di Kabupaten Jayawijaya dan ke depan pemerintah berharap agar masyarakat kembali bersatu.

“Sikap saling memaafkan dan menerima maaf telah dilakukan, untuk itu mari kita bersama kembali menjalankan pemerintahan ini dengan baik didukung oleh tokoh gereja, kepala suku dan seluruh masyarakat yang ada,” kata Banua.

“Tidak ada perbedaan antara suku yang satu dengan suku lain, dimana semuanya untuk membangun kabupaten ini dan menjaga hubungan kekeluargaan,” tambah dia. (*)

Editor: Syam Terrajana

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top