Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Lukas Enembe: Keinginan mahasiswa belum kami ketahui

Rapat koordinasi dan konsolidasi antara Forkopimda Provinsi Papua dengan tokoh Agama, masyarakat, adat, pemuda, perempuan, dan mahasiswa dalam rangka menyikapi rencana eksodus mahasiswa Papua, Jumat (13/9/2019) di Gedung Negara, Jayapura – Jubi/Roy Ratumakin.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Gubernur Papua Lukas Enembe mengatakan, pihaknya hingga kini belum mengetahui keinginan dari para pelajar dan mahasiswa yang memilih meninggalkan kota study-nya untuk kembali ke Papua dan Papua Barat. Padahal, menurutnya, hari ini dirinya berkeinginan untuk bertemu dengan para mahsiswa tersebut.

“Saya sudah mengirim surat undangan kepada para perwakilan mahasiswa yang telah pulang dan pertemuannya hari ini, namun tidak ada yang datang. Mungkin mereka belum mau ketemu dengan kami, tetapi kami akan jadwalkan ulang pertemuan seperti ini,” kata Gubernur Lukas kepada wartawan, Jumat (13/9/2019) di Gedung Negara, Jayapura.

Pihaknya juga akan membangun sejumlah posko untuk menampung para mahasiswa yang tidak bisa kembali ke daerah mereka masing-masing. Hal ini juga untuk memudahkan pihaknya melakukan komunikasi dengan para mahasiswa tersebut.

“Kami akan koordinasi dengan para mahasiswa tersebut, jangan sampe mereka tinggal terpisah. Nanti kami akan mendengar dari mereka (mahasiswa). Tidak bisa kami memaksakan mereka untuk kembali ke daerah study-nya masing-masing karena kita harus tahu situasi baru kami akan memanggil Kapolri untuk memberikan jaminan kepada mahsiswa,” ujarnya.

Loading...
;

Kata Enembe, setelah semuanya bisa diselesaikan dengan para mahasiswa tersebut, dirinya berharap Kapolri bisa memerintahkan seluruh Kapolda di Indonesia untuk dapat memberikan jaminan keamanan kepada anak-anak Papua yang menempuh pendidikan di luar Papua.

“Kalau memang di sana ada tekanan, intimidasi, maka ini harus diselesaikan dan harus ada jaminan tertulis. Selain itu, memang sebagian besar mahasiswa dibiayai oleh orangtuanya, kalau biaya dari orangtua ini yang susah untuk dilakukan komunikas,” katanya.

Untuk itu itu, dirinya berharap para bupati-bupati untuk bisa membangun komunikasi dengan para mahasiswa yang telah pulang ke daerah mereka masing-masing terutama mereka yang dibiayai kuliahnya oleh orang tua.

“Kalau yang beasiswa itu gampang karena kami punya data,” ujarnya.

Sebelumnya Ketua Majelis Rakyat Papua (MRP) Timotius Murib mengatakan hingga kini pihaknya belum bisa berkomunikasi atau berdialog dengan para mahasiswa yang memilih pulang dari kota study-nya yang berada di beberapa asrama mahasiswa di Kota Jayapura.

Hal ini karena para mahasiswa tersebut belum mau bertemu dengan pihak pemerintah Provinsi Papua maupun MRP.

“Kami mencoba bangun komunikasi tetapi mereka belum ada yang mau buka mulut apalagi bertemu. Jadi kami hanya bisa menyalurkan Bama (bahan makanan) kepada mereka,” katanya. (*)

Editor: Edho Sinaga

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top