Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Lukas Enembe larang penambangan emas ilegal di Papua

Gubernur Papua Lukas Enembe – Jubi/Roy Ratumakin.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Maraknya penambangan liar di wilayah Papua membuat Gubernur Papua Lukas Enembe geram. Dalam waktu dekat, Gubernur akan mengeluarkan surat edaran pelarangan pendulangan atau penambangan ilegal di tanah Papua, khususnya di wilayah pedalaman.

Hal ini ditegaskan Gubernur Lukas kepada wartawan, Selasa (10/9/2019) di Jayapura.

“Saya akan keluarkan surat edaran untuk pelarangan pendulangan. Ini bukan hanya merugikan orang Papua karena hasil buminya diambil, tetapi juga meresahkan masyarakat,” katanya.

Kata Gubernur, semua pihak yang ingin melakuan aktivitas penambangan harus mengantongi izin dari Gubernur. Sejauh ini, Enembe mengaku mendapat laporan soal aktivitas penambangan ilegal di beberapa daerah seperti Yahukimo, Boven Digoel dan di daerah pedalaman Deguwo, Kabupaten Paniai.

Loading...
;

“Kalau larangan ini tidak diindahkan, akan kami usir keluar (Papua),” ujarnya.

Gubernur Lukas menambahkan, pendulangan hanya boleh dilakukan oleh masyarakat adat dengan cara tradisional.

“Masyarakat kita itu sudah turun temurun melakukan pendulangan secara tradisional. Jadi tidak boleh ada orang luar yang dengan seenaknya mengeruk kekayaan orang Papua,” tegas Gubernur Lukas.

Pada pemberitaan Jubi sebelumnya, sebanyak 288 pendulang emas di daerah Yahukimo, Papua dievakuasi ke Kabupaten Boven Digoel. Tiga diantaranya kini sedang mendapat perawatan medis di rumah sakit karena kondisinya lemah.

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Ahmad Mustofa Kamal mengatakan, hingga kini Polres Boven Digoel masih berupaya mengidentifikasi asal usul ratusan pendulang tersebut.

“Kelompok-kelompok pendulang ini tidak di satu tempat. Berpencar-pencar dan ada yang bersinggungan langsung dengan kelompok yang dikabarkan melakukan penyerangan di perbatasan Yahukimo-Boven Digoel, dan Asmat. Ada yang mendapat informasi dan langsung menyelamatkan diri,” kata Kamal, belum lama ini di Jayapura.

Hingga kini polisi belum dapat memastikan siapa kelompok yang dikabarkan menyerang para pendulang. Polisi juga belum memiliki data soal pendulang yang dikabarkan meninggal dunia.

“Anggota kami belum sampai ke lokasi. Masih menelusuri, baik yang dari Asmat maupun dari Boven Digoel. Kami masih kumpulkan informasi-informasi yang didapat, namun kami berupaya segera mungkin sampai ke lokasi,” ujarnya.

Sebelumnya masyarakat Ikatan Suku Una, Kopkaka, Korowai, Arimtap, Arupkor dan Momuna (IS-UKAM) meminta Pemerintah Daerah Kabupaten Yahukimo untuk segera melaksanakan rekomendasi Pansus Anggota Dewan Perwakilan rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Yahukimo terkait pendulangan Emas Ilegal di Wilayah distrik Seradala Korowai.

Perwakilan IS-UKAM, Panuel Malin mengatakan, sejumlah rekomendasi yang dikeluarkan oleh Pansus diantaranya pembatasan mobilisasi orang dan logistik ke lokasi tambang, pembuatan posko di Kolo Tiga, Sukamo dan Kali Namin serta penetapan kawasan tersebut sebagai kawasan pertambangan rakyat yang akan dikelola anak asli Yahukimo.

“Sekarang belum ada tanda-tanda atau signal untuk menindak lanjuti dari rekomendasi itu. Padahal sudah tiga bulan berjalan tapi belum ada kejelasan. Sementara tanggal 13 sudah keluarkan pernyataan untuk tidak menangani masalah yang akan terjadi di lokasi tambang. Seperti melarang semua pihak untuk mematuhi kerja-kerja pansus,” Kata Panuel Malin kepada Jubi.

Panuel mendesak agar rekomendasi Pansus segera dilaksanakan. Menurutnya pelaksanaan rekomendasi untuk menghindari konflik horizontal antara warga dengan masyarakat di lokasi penambangan. (*)

Editor: Edho Sinaga

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top