Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Lurah di Kota Jayapura diminta dukung program Kotaku

Permukiman di Kampung Nelayan Hamadi. -Jubi/Ramah

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) sinergi dilaksanakan antara Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melalui Ditjen Cipta Karya.
Melalui program tersebut, pemerintah daerah (pemda) dan kelompok masyarakat bisa meningkatkan akses terhadap infrastruktur dan pelayanan di permukiman kumuh perkotaan.
Atas hal itu, Wali Kota Jayapura, Benhur Tomi Mano dengan tegas menginstruksikan kepada para lurah di 25 kelurahan, agar mendukung program tersebut guna percepatan penataan kawasan permukiman kumuh.
“Semua lurah menghambat pekerjaan Kotaku. Saya minta segera perbaiki kinerja kalian (lurah) kalau tidak saya coret,” jelas Tomi Mano di Kampung Nelayan Hamadi, Jumat (6/12/19).
Menurut Tomi Mano, lurah berperan sebagai fasilitator, pemecah masalah, sebagai komunikator, dan sebagai pengayom bagi masyarakat yang dipimpinnya. Selain itu, tugas lurah juga mampu menyelenggarakan urusan pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan.
“Masalah-masalah kecil di kelurahan adalah tanggung jawab lurah. Saya minta lurah dukung saya agar mempercepat pembangunan di Kota Jayapura, jangan hanya tinggal diam,” ujar Tomi Mano.
Lurah Gurabesi, Richard Nahumuri mengaku terkait proses pembangunan sudah berkoordinasi dengan warga melalui sosialisasi, agar warga mendukung pelaksanaan pembangunan dan tidak menghambat pekerjaan yang akan dan sedang dikerjakan.
“Kami jelaskan secara baik bahwa setiap program yang turun adalah untuk kebaikan masyarakat. Selama ini di Kelurahan Gurabesi tidak pernah ada persoalan terkait dengan pekerjaan, seperti pembangunan jalan lingkungan, drainase, karena sebelum dilakukan pengerjaan kami mengundang RT RW dan warga. Anggaran setiap tahun untuk peningkatan infrastruktur kawasan kumuh 100 juta rupiah,” jelas Richard.
Salah satu anggota Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Marthen Rumbewas mengatakan, selama ini pihaknya tidak henti-henti mengawal dana dari pemerintah dan berkolaborasi dengan pemerintah.
“Hanya dalam pelaksanaan teknis kegiatan dari BKM ada gesekan terkait dengan kegiatan bisa menguntungkan yang mematok harga, sehingga menyulitkan kami padahal tujuan kami untuk memberikan kelayakan. Berikan kami waktu ruang dan tenaga untuk membangun Kota Jayapura,” ujar Rumbewas. (*)
Editor: Kristianto Galuwo

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top