HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

M Tahir penyeimbang lini tengah Persipura

M Tahir, produk binaan asli SSB Papua, penerus Gerald Pangkali dan Imanuel Wanggai – Jubi/Panditfootball.com

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Kemenangan perdana Persipura atas tim tamu Madura United membuka langkah awal kembalinya Jacksen F Tiago bersama Persipura. Pasalnya secara perlahan dan pasti Boaz dan kawan-kawan mulai meraih poin sempurna walau kompetisi masih panjang.

Gairah sepak bola Papua kembali, Stadion Mandala kembali merah dan banyak lagi harapan dibalik kembalinya pelatih asal Brasil yang pernah enam tahun bersama Boaz dan kawan-kawan. Satu hal yang mungkin terlewatkan adalah peran pemain gelandang bertahan Persipura, M Tahir, yang serba bisa.

Pemain kelahiran Jayapura, 4 Januari 1994, mendapat pujian dari pengamat sepak bola Daniel Womsiwor saat memberikan pendapatnya dalam siaran langsung Radio Republik Indonesia (RRI) Jayapura. Peran M Tahir sebagai gelandang penyeimbang sangat bagus saat Persipura berhasil mengalahkan Madura United, dengan skor tipis 1-0.

“Tahir bisa bertahan dan juga bisa ikut menyerang. Jackson memasang Tahir pada posisi strategis sebagai penahan laju serangan maupun ikut membangun serangan,” kata Womsiwor.

Loading...
;

Apalagi ketika melawan Madura United, Ricardo Salampesy dan Ian Luis Kabes tak merumput, hingga posisi serang dan bertahan berhasil diperankan M Tahir.

Lalu siapa sebenarnya Muhammad Tahir? Di kalangan sesama pesepak bola, pemain asal Bone Sulawesi Selatan ini lebih dikenal dengan sebutan anak-anak pasar Hamadi, karena di situlah M Tahir lahir, besar, dan bermain bola bersama anak-anak pasar Hamadi.

Pengidola Ricardo Salampessy, yang kebetulan seniornya sekarang di Persipura, mulai bermain si kulit bundar sejak berusia 14 tahun. Sama seperti anak anak lainnya di Hamadi, biasanya mengawali karier di Sekolah Sepak bola (SSB) Tunas Muda Hamadi. Tak ketinggalan Tahir pun ikut bermain sepak bola di SSB Tunas Muda Hamadi. Apalagi SSB ini telah melahirkan banyak pesepakbola handal mulai dari Elly Aiboy, jebolan klub Hamadi Putra, Octovianus Maniani, hingga Osvaldo Haay. Bahkan Ricardo Salampessy seniornya di Persipura juga berasal dari klub senior Hamadi Putra FC.

Dia memilih SSB Tunas Muda Hamadi karena berdekatan dengan rumahnya dan klub ini banyak dihuni oleh pemain pemain senior Persipura termasuk pemain idolanya Ricardo Salampessy. Pemain asli Bone ini berposisi awal sama dengan seniornya Ricardo Salampessy, bek tengah atau libero.

M Tahir juga termasuk jebolan PON 2016 Jawa Barat bersama Maryanto Manewar, Osvaldo Haay, dan juga alumni Persipura U-21. Sempat gagal lolos seleksi ke Persipura senior, tak membuatnya putus asa. Terus mengasah ketajamannya hingga terpilih dalam seleksi kedua tim senior Persipura. Ia juga mengingat pesan orangtuanya agar jangan menyiakan kesempatan bermain bersama para seniornya, termasuk idolanya Ricardo Salampessy.

Dia mengaku waktu bermain di Persipura U-21, saat coach Jacksen F Tiago masih bersama Mutiara Hitam, sempat ikut seleksi tim senior tapi gagal dan lolos pada seleksi kedua. Menembus tim senior Persipura sesuatu yang luar biasa karena M Tahir bukan orang asli Papua tetapi produk asli Papua. Ia lahir dan besar di Papua serta belajar sepak bola juga di Papua.

Mengawali kariernya bersama Persipura senior, saat Piala Bhayangkara atau Torabika Bhayangkara Cup 2016 dengan besutan pelatih Osvaldo Lessa eks pelatih fisik Persipura zaman Jacksen F Tiago. Lessa menurunkan Osvaldo Haay dan juga M Tahir dalam skuad senior Persipura di kompetisi TBC 2016. Namanya mulai bersinar saat ia dipercaya bersama Osvaldo Haay tampil di Piala Bhayangkara. Putra Bone ini sukses membayar kepercayaan pelatih asal Brasil, Lessa.

Ketika para senior mengalai cedera di ISC 2016, Tahir bahkan dicoba untuk posisi bek sayap menggantikan Ruben Sanadi. Padahal posisi aslinya bek tengah sejak masih di SSB Hamadi Putera. Ia juga bisa bermain di posisi gelandang bertahan dan selanjutnya sampai coach Jacksen tetap memasangnya di posisi tersebut sebagai penyeimbang lini tengah.

Tak heran kalau pelatih asal Brasil lainnya yang pernah melatih Persipura Wanderley da Silva, mengaku beruntung karena Persipura memilik sejumlah pemain serba bisa. Wanderley menyebut  Muhammad Tahir salah satunya. Pelatih Wanderley menurunkannya saat Persipura melawan Persija  pada laga pekan ke-13 Liga 1, 2017 lalu. Tahir tampil penuh 90 menit. Pemain yang juga mahir sebagai gelandang itu diduetkan dengan sang idola, Ricardo Salampessy, di sektor bek tengah.

Sepak bola modern di zaman now, memang butuh pemain serba bisa, minimal mampu bermain lebih dari dua posisi. Sama dengan seniornya Ian Luis Kabes yang juga pemain serba bisa mulai dari gelandang, striker, dan bek pernah dijalaninya.

Pujian dari pelatih Wenderley kepada Tahir karena pemain asal Bone ini sebagai bek juga bagus dan jadi gelandang juga oke. Mungkin yang menjadi pekerjaan rumah bagi coach Jacksen adalah mencari bek muda penerus Ricardo Salampesy sebagai bek tengah karena M Tahir sudah mengambil alih peran Gerald Pangkali dan Imanuel Wanggai serta gelandang asal Korsel Lim Jun Sik. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top