Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Mahasiswa asal Yahukimo minta dikuliahkan di Papua atau negara Pasifik

Demo masyarakat dan mahasiswa di Yahukimo, Papua – Jubi/Piter Lokon.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Dekai, Jubi – Ribuan pemuda dan masyarakat yang tergabung dalam Forum Alumni Pelajar dan Mahasiswa Anti Rasisme asal Kabupaten Yahukimo yang mengenyam pendidikan di Pulau Jawa, Bali, Kalimantan, Sumatera, Sulawesi dan Ambon menggelar demo damai di Kota Dekai, Kabupaten Yahukimo, Senin (16/09/2019).

Sejumlah pedemo ini menuntut Pemerintah Provinsi dan Kabupaten di Papua serta Papua Barat untuk memberikan akses pendidikan kepada sejumlah mahasiswa yang kembali, untuk berkuliah di Tanah Papua dan negara-negara kawasan Pasifik.

Alen Pahabol, satu diantara alumni mahasiswa se-Jawa dan Bali mengatakan, pihaknya telah melakukan pendataan terhadap sejumlah mahasiswa asal Yahukimo yang pulang ke kampung halamannya. Untuk itu, dirinya meminta Pemerintah Papua dan Papua Barat segera menyiapkan solusi atas kepulangan itu.

“Kami harapkan juga Pemerintah bisa buka akses pendidikan di Asia Pasifik atau di Asia Tenggara. Sedangkan bagi mahasiswa semester akhir bisa melanjutkan wisuda di sejumlah kampus di Papua,” katanya.

Loading...
;

Pahabol mengatakan, ujaran rasisme bukanlah hal yang baru dialami mahasiswa Papua yang mengenyam kuliah di luar Papua. Kejadian di Surabaya dan malang merupakan rentetan dari aksi rasisme, intimidasi dan diskriminasi yang dialami mahasiswa Papua selama perkuliahan.

“Intinya kami minta mahasiswa tidak boleh lagi dikirim ke Sabang sampai Sulawesi, Karena manusia dan binatang tidak bisa hidup bersama, tidak layak hidup bersama begitu. Karena menurut pandangan mereka, kami orang Papua itu monyet,” katanya.

Ia mengharapkan pemerintah jangan lamban merespons persoalan eksodusnya mahasiswa Papua ini.

“Dunia internasaional sudah tahu bahwa mahasiswa Papua mogok, namun pemerintah masih lambat respons,” katanya.

Sementara, Bupati Yahukimo Abock Busup mengatakan, sudah melakukan pertemuan dengan mahasiswa.

“Namun setelah pertemuan tidak ada penyelesaian untuk balik ke kota studi mereka. Setelah bertemu dengan rektor se-Papua, kami akan sampaikan kepada publik. Apakah masuk di Universitas Negeri di Papua atau dikirim ke Negara Pasifik,” kata dia. (*)

Editor: Edho Sinaga

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top