Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Mahasiswa masih khawatir, Pemprov di Tanah Papua didesak bertindak

Sejumlah Mahasiswa Papua yang pulang ke kampung halamannya dari Kota Studi masing-masing, akibat khawatir dengan tindakan rasisme – Jubi/Dok.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Dewan Adat Papua (DAP) meminta Pemerintah Papua dan Papua Barat menjalin komunikasi dengan pemerintah daerah tempat mahasiswa Papua menjalankan studi. Sekretaris Dewan adat Papua, Leonard Imbiri mengatakan, langkah ini perlu diambil sebagai upaya untuk memastikan keamanan mahasiswa Papua.

“Di sini warga yang berasal dari provinsi dan kabupaten/kota menikmati kehidupan yang sangat baik.  Sementara mahasiswa kita mendapat perlakuan rasis. Walaupun menerima perlakuan seperti itu, mereka tidak pernah membalas,” katanya.

Dia menjelaskan kepulangan mahasiswa ke Papua diduga karena adanya intimidasi dan teror yang sudah lama di lakukan pada orang Papua. Komunikasi antara pemerintah daerah, dianggap menjadi salah satu jalan untuk memastikan mahasiswa Papua bisa melanjutkan studi tanpa rasa khawatir.

Sadock, satu diantara mahasiswa Papua yang berkuliah di Malang, Jawa Timur mengakui adanya intimidasi ini.

Loading...
;

“Tempat tinggal kami tidak nyaman  karena teror dan indimitasi terhadap mahasiswa Papua terus berlangsung secara langsung maupun tidak langsung,” katanya kepada Jubi, Selasa (17/9/2019).

Dia menceritakan ada beberapa kasus yang dialami saat kuliah seperti mendapat teguran dengan kata-kata yang kurang  menyenangkan. (*)

Editor: Edho Sinaga

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top