HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Mahasiswa Merauke di Semarang tewas, diduga dibunuh rekannya

Almarhum Domminicus Liberius Awi disemayamkan di rumah duka – Jubi/Frans L Kobun

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Merauke, Jubi – Dominikus Liberius Awi, mahasiswa asal Kabupaten Merauke, yang sedang mengenyam pendidikan di salah satu perguruan tinggi swasta di Semarang Jawa Tengah, tewas disayat lehernya oleh dua rekannya sesama mahasiswa Papua. Jenazahnya tiba tadi pagi di Bandara Mopah.

Pantauan Jubi, Kamis (28/2/2019), kedatangan almarhum disambut ‘hujan air mata’ oleh kedua orangtuanya serta ratusan keluarga dan sanak saudara. Dari bandara, jenazah Dominikus langsung dibawa ke rumah duka di Jalan Polder, Kelurahan Maro.

Sore pukul 15.00 WIT, setelah dilakukan misa pelepasan, korban dimakamkan di tempat yang telah disepakati keluarga.

Orangtua korban, Tarsisius Awi, yang juga anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Merauke, kepada sejumlah wartawan mengutuk keras tindakan penganiayaan yang dilakukan para pelaku.

Loading...
;

“Sebagai orangtua, kami minta aparat kepolisian di Semarang  mengusut tuntas kasus tersebut, sekaligus menghukum seberat-beratnya tindakan penganiayaan berat terhadap anak kami hingga meninggal,” pintanya.

“Anak ini saya kirim untuk kuliah. Bukan ke sana lalu dibunuh orang tidak bertanggung jawab,” tegasnya.

Awi mengharapkan kejadian ini tidak terulang lagi kepada anak-anak Papua lain yang sedang mengenyam studi di sejumlah perguruan tinggi di Jawa maupun daerah lain.

Felix Ferdinand, teman dekat almarhum, mengaku dirinya kaget begitu mengetahui Dominikus telah tewas disayat dengan cutter.

“Saya sempat ke kos almarhum dan menanyakan kronologis kejadiannya,” ungkap dia.

Dari pengakuan sesama teman sekamar, Rabu 26 Februari 2019 sekitar pukul 04.00 WIB, almarhum yang berstatus mahasiswa semester II di salah satu perguruan tinggi swasta di Semarang, keluar pergi membeli rokok. Namun paginya datang kabar dia telah meninggal.

“Memang para pelaku adalah rekan almarhum. Mereka sering bersama-sama. Karena sesama teman kampus. Hanya tidak tahu apa yang merasuki otak kedua temannya itu sehingg nekat membunuh korban,” ujarnya.

Selama hidupnya, kata Felix, almarhum adalah sosok yang sangat baik dan selalu bergaul dengan siapa saja. Bahkan lebih banyak bersama kedua pelaku di kos untuk berceritera maupun main gitar.

“Jadi, kita tidak tahu motif sesungguhnya pembunuhan ini. Tentunya kami berharap agar kedua pelaku dihukum seberat-beratnya karena telah menghilangkan nyawa orang,” pintanya. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top