HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Mahasiswa Papua di Surabaya diteror kiriman karung berisi ular

Asrama Mahasiswa Papua Kamasan III Surabaya diteror dengan kiriman dua karung berisi ular pada Senin (9/9/2019). – IST

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Setelah diteror dengan persekusi dan ujaran rasisme oknum TNI serta organisasi kemasyarakatan pada 16 dan 17 Agustus 2019 silam, kini Asrama Mahasiswa Papua Kamasan III di Surabaya diteror dengan lemparan karung berisi ular. Sebuah karung berisi beberapa ekor ular dilemparkan ke dalam asrama pada Senin (9/9/2019) sekitar pukul 04.19 WIB.

Ketua Biro Komite Pusat Aliansi Mahasiswa Papua (AMP), Yohanes Giyai menceriterakan pada Senin dua karung berisi ular hidup dilemparkan ke Asrama Mahasiswa Papua di Surabaya oleh orang tidak dikenal. “Sekitar jam 04.19 WIB, ada dua sepeda motor berhenti di depan asrama. Lalu mereka buang dua karung [berisi] ular,” katanya kepada Jubi melalui sambungan selulernya, Senin (9/9/2019).

Lanjut Yohanes Giyai, mereka lempar ke dalam pagar asrama. Karung berisi ular dilemparkan ke asrama dalam keadaan tidak terikat. Sedikitnya dua ekor ular terlepas di dalam asrama. Para mahasiswa di asrama khawatir ular yang terlepas itu berbisa.

“Kami terkejut dengan kiriman ular itu. Kami kejar dua orang itu. Tetapi mereka lari. Sejumlah dua ular yang keluar [dari karungnya] itu masih dalam pencarian di pekarangan asrama. Dan kami menduga ular itu berbisa sebab sangat agresif,” katanya.

Loading...
;

Giyai mengatakan, sejak peristiwa persekusi dan rasisme terhadap para penghuni Asrama Mahasiswa Papua Kamasan III pada 16 dan 17 Agustus 2019 lalu, aparat keamanan telah mendirikan pos di dekat asrama. “Mereka memantau kami saat kami keluar asrama untuk mengejar orang yang melemparkan karung berisi ular,” kata Giyai.

Giyai menyebut kiriman karung berisi ular itu bukan teror pertama terhadap Asrama Mahasiswa Papua Kamasan III Surabaya. Pada 30 Agustus 2019 pagar asrama juga dilempari tas plastik berisi cat.

Dalam beberapa hari terakhir, sebuah mobil bernomor polisi Jakarta juga parkir di depan asrama. “Mereka terus memantau aktivitas kami. Sehingga kami merasa tidak nyaman. Kami minta hentikan intimidasi atau ancaman kepada mahasiswa Papua. Karena itu perlakuan rasis, dan teror bagi kami,” katanya.

Sementara itu Komite Pusat Aliansi Mahasiswa Papua Jhon Gobay mengutuk keras pelemparan karung berisi ular ke Asrama Mahasiswa Papua Kamasan III Surabaya itu. “Ketidak-adilan terus terjadi [terhadap] kami, mahasiswa Papua. [Pelakunya] sangat rasis. Teror [terhadap] mahasiswa ini harus usut tuntas,” katanya.(*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top