HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Mahasiswa Papua di Yogyakarta gelar aksi solidaritas untuk asrama Papua di Surabaya

Belasan anggota Aliansi Mahasiswa Papua Pusat di Yogyakarta melakukan aksi spontan di depan Markas Kepolisian Daerah DIY, Jumat (16/8/2019) pukul 22.52 Waktu Papua untuk memberikan dukungan kepada mahasiswa asal Papua yang terkepung dalam Asrama Mahasiswa Papua Kamasan III di Surabaya. – Dok. AMP

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi  Belasan anggota Aliansi Mahasiswa Papua Pusat di Yogyakarta melakukan aksi spontan di depan Markas Kepolisian Daerah DIY, Jumat (16/8/2019) pukul 22.52 Waktu Papua. Aksi tersebut digelar untuk memberikan dukungan kepada mahasiswa asal Papua yang terkepung dalam Asrama Mahasiswa Papua Kamasan III di Surabaya.

Dalam pamplet yang mereka bentangkan, para mahasiswa menyerukan agar penerimaan Asrama Mahasiswa Papua Kamasan III di Surabaya yang berlangsung sejak Jumat sore segera diakhiri. Para mahasiswa juga menyerukan dihentikan tindakan rasisme dan diskriminasi terhadap mahasiswa Papua, dan dukungan terhadap para terhadap aktivis Gebrak yang direpresi aparat keamanan.

Salah satu peserta aksi itu, Jhon Gobay mengatakan aksi spontan para mahasiswa di Yogyakarta adalah bentuk solidaritas terhadap mahasiswa Papua di Surabaya. Sejak sore hingga saat ini, mereka masih dikepung di dalam asrama Papua oleh aparat keamanan dan sekelompok warga yang diduga anggota organisasi kemasyarakatan tertentu.

“Kami sangat kesal dengan pelemparan yang dilakukan oleh ormas reaksioner itu. Perlakuan mereka ini satu bentuk intimidasi terhadap mahasiswa Papua yang kuliah di luar Papua, khususnya bagi teman-teman yang kuliah di Surabaya,” katanya.

Loading...
;

Peserta aksi lainnya, Raimond Mofu mengatakan unjukrasa mereka adalah seruan agar polisi bertindak profesional melindungi keamanan mahasiswa Papua di Surabaya.

“Kami meminta kepada Polda DIY untuk menyampaikan kepada Polda Jawa Timur

untuk segera menarik semua aparat dari Asrama Mahasiswa Papua Kamasan III di Surabaya, baik itu aparat TNI, polisi, aparat aparat Satuan Polisi Praja, kata Mofu.

Mofu mengatakan, aksi itu juga untuk mengecam pembungkaman dan penangkapan beberapa aktivis dalam aksi Gebrak di Jakarta. 

“Aparat kemanan sudah sangat keterlaluan. Ormas- ormas tidak jelas itu [yang] harus kuliah ulang,” katanya. 

Pengurus Aliansi Mahasiswa Papua atau AMP Pusat, Doli Iyowau mengatakan hingga Jumat (16/8/2019) malam Asrama Mahasiswa Papua Kamasan III di Surabaya masih dikepung massa dan aparat keamanan. 

Massa meneriakkan kata-kata rasis dan berbagai ancaman terhadap para mahasiswa Papua yang bertahan di dalam asrama.

“Saat ini jumlah aparat semakin bertambah disertai dengan pertambahan jumlah massa yang melakukan ancaman dengan teriakan-teriakan rasis seperti, Monyet, Babi, binatang, Anjing,” katanya.(*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top