Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Mahasiswa temukan dugaan kampanye terselebung berkedok Wifi gratis

User dan Password WIFI gratis yang dibagikan Partai Golkar di sejumlah asrama mahasiswa di Manokwari. (Jubi/Hans Arnold Kapisa).

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Manokwari, Jubi – Empuknya kursi di parlemen, membuat sejumlah Calon Anggota Legislatif (Caleg) menggunakan banyak cara untuk menggaet pemilih untuk memuluskan langkah. Kali ini sejumlah caleg diduga melakukan kampanye terselubung yang menyasar mahasiswa. Modusnya dengan memberi bantuan pemasangan jaringan internet.

Informasi ini diungkapkan oleh organisasi kemahasiswaan yang akhirnya menggelar konferensi pers, Kamis kemarin. Chandra Furima salah satu mahasiswa di Manokwari mengakui, indikasi kampanye gelap ini bermula dari beredarnya User dan Password Wifi untuk mahasiswa yang mencantumkan nama dan nomor urut tiga oknum caleg dari salah satu partai.

Pemasangan Wifi di sejumlah asrama mahasiswa tersebut memang gratis. Namun untuk konkeksi internet, pengguna harus memasukan User dan Password yang isinya adalah nomor urut dan nama caleg dari Partai tertentu.

“Tiga nama caleg itu mereka nomor urut 1 semua. Yaitu DPR RI, DPR Papua Barat dan DPRD Kabupaten Manokwari. Mereka dari salah satu partai politik kontestan pemilu 2019. Asrama yang sudah terpasang Wifi tersebut, adalah asrama mahasiswa Jayapura, asrama mahasiswa Serui, asrama mahasiswa Bintuni dan asrama mahasiswa Mamberamo tengah,” kata Furima.

Loading...
;

Presiden Mahasiswa Universitas Papua di Manokwari , Pilatus Lagowan, mengatakan, tak dipungkiri, internet adalah salah salah satu kebutuhan mahasiswa untuk mengakses berbagai informasi yang menunjang studi mereka. Namun, dalam momen politik saat ini para kontestan pemilu diharapkan untuk lebih hati-hati dalam menarik simpati dengan cara yang tak etis. Meski tidak tertulis, tapi secara lisan dan ferbal, sudah tersirat maksud pemasangan Wifi tersebut.

“Mahasiswa adalah agen perubahan. Jadi pantaslah memberikan kritik kepada penyelenggara dan kontestan pemilu legislatif. Saya minta Bawaslu Papua Barat segera sikapi hal ini sehingga menjadi perhatian dan pembelajaran bagi kontestan dari parpol lain,” ujarnya.

Sementara Ketua Bawaslu Kabupaten Manokwari, George Prawar yang dikonfirmasi Jubi menuturkan telah menerima informasi tentang dugaan kampanye hitam yang dilakukan oleh caleg dari salah satu parpol ke asrama-asrama mahasiswa. Sabtu besok, tim survei Bawaslu akan melakukan peninjauan lapangan untuk mendapatkan bukti-bukti lainnya.

“Saya sekarang masih di Jakarta, ada kegiatan. Tapi besok (Sabtu) saya sudah di Manokwari. Kami akan survei lebih dulu jika hasilnya sudah ada, kita akan verifikasi dan sesuaikan dengan aturan dan UU yang ada untuk kemudian diklasifikasikan bentuk pelanggarannya seperti apa,” ujarnya via ponsel.

Lebih lanjut Prawar mengatakan bahwa secara khusus Bawaslu juga akan memanggil caleg DPRD Kabupaten Manokwari yang nama dan nomor urutnya dijadikan User atau Password wifi di asrama mahasiswa.

“Kami akan panggil caleg bersangkutan. Kita pastikan bahwa yang dilakukan masuk pelanggaran administrasi atau masuk pelanggaran pidana,” ujar Prawar.

Terpisah, Norman Tambunan salah satu kontestan Pileg di Manokwari asal partai Golkar saat dikonfirmasi, mengatakan wifi gratis itu bagian dari alat peraga yang di dalammya terdapat caleg  DPR RI, DPR Papua Barat dan DPRD Manokwari. Ia berdalih tidak ada unsur mengajak di dalamnya.

Bahkan, Norman mengaku jika masih banyak yang mengantri untuk pemasangan wifi itu. Dia juga membenarkan kalau pemasangan wifi tersebut tidak hanya di daerah pemilihannya, karena memang itu bagian dari program partai Golkar.

“Ini alat peraga kampanye kami. Ini juga program revolusi soal perkembangan teknologi. Di dalamnya tidak ada ajakan apapun,  ini program partai Golkar yang kita adopsi. Siapapun bisa cek dan mencoba,” ungkapnya.

Dia pastikan bahwa sebelum pemasangan, mereka sudah berkoordinasi dengan Bawaslu di tingkat pusat. Apalagi, kata Norman, selama pemasangan tidak ada asrama yang menolak. Bahkan beberapa asrama justru meminta agar dipasang. Ia menargetkan memasang wifi gratis ini di 100 titik.

“Bawaslu bilang tidak ada masalah. Asalkan di dalamnya tidak ada muatan mengajak dan menjanjikan. Nah, saat pemilihan nanti tidak ada foto, hanya nama, dari mana masyarakat bisa mengenal nama saya? Ini sama saja seperti baliho caleg yang terpasang di jalan,” ujarnya.(*)

 

 

Editor       : Edho Sinaga

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top