HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Mahasiswa Unram protes kebijakan kampus

Mahasiswa Unram protes kebijakan kampus

Foto ilustrasi, demo mahasiswa dan pemuda di halaman kantor DPRJubi. Dok

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Mataram, Jubi – Ratusan mahasiswa Universitas Mataram, Nusa Tenggara Barat, yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Peduli Kampus dari berbagai fakultas menggelar demonstrasi untuk memprotes kebijakan kampus yang terkesan otoriter dan tidak berpihak terhadap mahasiswa.

Massa yang berada di bawah komando BEM Unram itu menuding adanya dugaan suap, permainan dalam mata kuliah kerja nyata (KKN), berlakunya kebijakan uang pangkal bagi mahasiswa, dan buruknya fasilitas kampus.

“Itu semua tidak sesuai dengan biaya SPP mahasiswa serta penerapan gerbang keluar masuk secara online, masuk dalam rentetan tuntutan massa,” kata Koordinator Lapangan aksi massa, Khairul Anam di Unram, saat berdemonstrasi Rabu, (26/6/2019).

Baca juga : Mahasiswa protes kelangkaan BBM dan nilai tukar rupiah

Dianggap berkampanye di pembukaan kongres HPMJ, mahasiswa protes John Wempi Wetipo

Sweeping Mantap Praja di Dogiyai tuai protes dari mahasiswa di Pulau Jawa

Khairul menyebutkan penerapan uang pangkal terlalu tinggi mengabaikan rasa keadilan di kalangan mahasiswa.  Menurut dia, besaran uang pangkal yang diterapkan untuk mahasiswa angkatan 2019 dari jalur mandiri sangat memberatkan perekonomian mahasiswa.

“Seperti uang pangkal yang diterapkan untuk mahasiswa di Fakultas Kedokteran Unram, dengan besaran Rp 100 juta,” kata Khairul menambahkan.

Padahal menurut Khairul, penerapan Peraturan Menteri Pendidikan Tinggi  menyebutkan uang pangkal harus memperhatikan kondisi ekonomi mahasiswa, orang tua mahasiswa, dan siapapun yang membiayainya.

“Hari ini birokrasi Unram memukul rata, indikatornya apa, nilai keadilannya bagaimana, padahal program reguler sore dihapus demi wujudkan keadilan,” Kata Khairul menjelaskan.

Baca juga : Rektorat ISBI berjanji tindaklanjuti protes mahasiswa

FIM-WP minta USTJ penuhi tuntutan mahasiswa

Jika tuntutan tak dipenuhi, mahasiswa USTJ ancam lumpuhkan aktivitas kampus

Ia berharap Unram sebagai indikator kemajuan pendidikan di NTB seharusnya bisa lebih memprioritaskan kemajuan intelektual seorang mahasiswa, bukan diukur dari segi perekonomian mahasiswa.

“SPI (Sumbangan Pembangunan Institusi) dulu dipukul rata, sekarang giliran uang pangkal diberlakukan tanpa dasar yang jelas dan identifikasi ekonomi mahasiswa,” katanya.

Mahasiswa menuntut Rektor Unram menghapus uang pangkal. Setidak-tidaknya menggunakan sistem grade.  (*)

Editor : Edi Faisol

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Populer

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)