HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Majelis hakim tolak eksepsi PH Jakub dan Simon

Majelis hakim tolak eksepsi PH Jakub dan Simon

Persidangan putusan sela majelis hakim pengadilan negeri Wamena atas eksepsi yang disampaikan kedua penasehat hukum terdakwa Jakub Fabian Skrzypski dan Simon Magal-Jubi/Islami

Wamena, Jubi – Majelis hakim Pengadilan Negeri Wamena tidak menerima pengajuan eksepsi (keberatan) dari penasehat hukum terdakwa Jakub Fabian Skrzypski dan Simon Magal, pada sidang putusan sela yang digelar, Senin (11/2/2019).

Ketua majelis hakim Yajid, SH didampingi dua hakim anggota Roberto Naibaho, SH dan Ottow Siagian, SH dalam membacakan putusan selanya menilai, eksepsi kedua penasehat hukum terdakwa tidak beralasan.

Menurutnya, semua telah sesuai dengan dakwaan yang dilakukan jaksa penuntut umum, dimana Pengadilan Negeri Wamena juga berhak melakukan persidangan perkara ini, meski pengajuan kewenangan relatif yang diajukan dalam eksepsi karena lokasi perkaranya bukanlah di Wamena.

“Majelis hakim menolak semua eksepsi yang disampaikan kedua penasehat hukum terdakwa, sehingga JPU dapat melanjutkan persidangan dengan masuk pada pokok perkara,” kata Yajid, SH.

Untuk itu, persidangan akan dilanjutkan pada Kamis (14/2/2019) dengan materi pada pokok perkara yaitu mendengarkan saksi-saksi yang dihadirkan JPU.

Dalam persidangan itu pun, Febiana Wilma Sorbu, SH selaku JPU sempat meminta kepada majelis hakim untuk langsung memeriksa saksi yang dihadirkan.

Pasalnya, JPU mengaku saksi yang akan dihadirkan ini mempunyai kesibukan yang tinggi, sehingga jika persidangan ditunda maka JPU sangsi dapat menghadirkan kembali saksi tersebut.

Namun pada akhirnya, ketua majelis hakim Yajid, SH tetap menunda persidangan hingga Kamis (14/2/2019).
Atas putusan sela itu, penasehat hukum Jakub Fabian Skrzypski, Yance Tenoye mengatakan semua itu merupakan kewenangan hakim.

“Namun pada intinya penasehat hukum akan lebih fokus lagi pada persidangan berikutnya yaitu pada persidangan pokok perkara yaitu pemeriksaan saksi-saksi,” ujarnya.

Katanya, tim kuasa hukum kedua terdakwa akan rembuk, apakah akan menyampaikan keberatan atau tidak. Termasuk nanti setelah ada putusan akhir apakah akan banding atas putusan sela itu.

“Sebenarnya kami berharap kewenangan relatif itu harus terjadi, dimana pengalihan wilayah hukum persidangan berikutnya di Jayapura begitu juga di Timika untuk Simon Magal, tim hukum akan kembali kaji,” ujarnya. (*)

Editor: Syam Terrajana

 

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Populer

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)