HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Malaita minta pisah dari Solomon

Direktur Regional UNICEF, Karin Hulshof di Walo, Malaita Utara dengan seorang ibu setempat. – RNZI/UNICEF

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Honiara, Jubi – Forum Malaita Maasina (MMF) sedang berjuang agar provinsi tersebut bisa merdeka menjadi negara sendiri.

Dalam wawancaranya dengan koran Solomon Star Kamis lalu (11/7/2019) di Hotel Mendana, Honiara, Presiden MMF, Martin Housanau mengulangi permohonannya agar Provinsi Malaita pisah dari Kepulauan Solomon dan membentuk negara sendiri. Housanau berkata daerah Malaita sudah lama tertinggal dalam hal pembangunan, dan apa yang ada di lapangan hanyalah sisa-sisa pembangunan era pemerintah kolonial.

“Namun sejak negara ini melepaskan diri dari Inggris 40 tahun yang lalu, tidak ada pembangunan yang baru di Malaita, hanya ada jalan-jalan, sekolah-sekolah, dan gardu induk listrik yang dibangun selama era kolonial,” tuturnya.

Dia lalu melanjutkan bahwa jalan-jalan di Utara dan Timur daerah itu adalah hasil pekerjaan pemerintah kolonial, dan belum ada apa-apa dari pemerintah nasional setelah 41 tahun merdeka.

Loading...
;

“Bahkan gardu induk Auki dan Malu’u pun didirikan pada masa pemerintahan kolonial tanpa ada sengketa apa pun, ini adalah bukti bahwa penundaan proyek Malaita yang disinyalir akibat masalah kepemilikan tanah itu salah,” bantahnya.

Menurut Housanau, Provinsi Malaita sengsara dengan jalan-jalan yang rusak, klinik dan rumah sakit yang buruk kualitasnya, kerusakan serta keterbatasan jumlah sekolah, dan kurangnya investasi atas industri-industri lokal. Pemimpin MMF itu, selanjutnya, mengungkapkan bahwa beberapa jalan di provinsi itu tidak bisa lagi digunakan dan salah satunya adalah jalan Afio-Olosuu.

Ia menambahkan beberapa klinik kesehatan juga telah ditutup di wilayah Malaita Tengah dan Selatan, sementara beberapa ruang kelas di sekolah setempat harus diperbaiki dengan bahan-bahan yang diambil dari hutan. Menurutnya, ini menunjukkan bahwa Malaita tidak memerlukan sistem pemerintah federal, hanya otonominya sendiri.

“Inilah yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan pembangunan masyarakat yang menderita di provinsi ini,” tambahnya.

Desakan untuk kemerdekaan Malaita telah dimulai sejak 1940-an. Sejak itu sudah ada lima pengajuan resmi lainnya. Ini adalah kali keenam Provinsi Malaita meminta untuk merdeka secara resmi. (Solomon Star News)


Editor: Kristianto Galuwo

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top