Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Mama-mama Papua tidak merasakan manfaat Dana Otsus Papua

Mama Yuliana Pigai saat mengikuti diskusi pelaksanaan Otonomi Khusus (Otsus) Papua yang diselenggarakan Forum Peduli Hak Politik Orang Asli Papua dalam Pemerintahan di Jayapura, Papua, Kamis (21/11/2019). – Jubi/Hengky Yeimo

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Salah seorang Mama-mama penjual sayur di Pasar Mama-mama Jayapura, Yuliana Pigai mengaku pengusaha mikro seperti dirinya tidak  merdeka secara ekonomi. Pigai menilai pemberdayaan ekonomi orang asli Papua tidak berjalan, bahkan di era Otonomi Khusus Papua.

Semenjak Otonomi Khusus Papua diterapkan, para mama seperti Pigai tidak pernah mengetahui ke mana Dana Otonomi Khusus Papua digulirkan. “Kami orang Papua pelaku usaha kecil diterlantarkan pemerintah. [Kami] tidak mendapatkan manfaat Dana Otonomi Khusus yang telah berjalan selama 18 tahun,” kata Pigai di sela-sela diskusi pelaksanaan Otonomi Khusus (Otsus) Papua yang diselenggarakan Forum Peduli Hak Politik Orang Asli Papua dalam Pemerintahan di Jayapura, Papua, Kamis (21/11/2019).

Pigai mengatakan, mama-mama pelaku usaha seperti dirinya baru mengetahui jika Otsus Papua mengamanatkan pemberdayaan ekonomi bagi orang asli Papua. “Kami menilai regulasinya tidak memproteksi orang asli Papua. Uang-uang itu dikemanakan? Selama ini baru kami tahu fungsi Otsus [Papua untuk memberdayakan perekonomian orang asli Papua]. Selama ini kami tidak tahu,” katanya.

Pigai mengatakan untuk mendapatkan pasar yang layak untuk berjualan, ia dan para mama penjual sayur lainnya harus berjuang lama. “Kami bisa mendapatkan pasar juga berkat perjuangan solidaritas pedagang asli Papua,” katanya.

Loading...
;

Pigai berharap Pemerintah Provinsi Papua, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Papua, maupun Majelis Rakyat Papua (MRP) menyadari bahwa para selama ini para Mama-mama asli Papua yang berwira usaha tidak pernah mendapatkan perhatian dan dukungan dari pemerintah. Akibatnya, pengusaha asli Papua seperti Pigai kesulitan menghadapi persaingan usaha dengan pelaku usaha non-Papua.

“Kami mama-mama ini, maju kena, mundur kena. Kami mau meminjam modal uang saja setengah mati.  Pemerintah tidak memerhatikan kami lagi. Padahal pejabat itu lahir dari rahim mama-mama Papua,” katanya.

Pigai menuturkan sebagian Mama-mama penjual sayur sudah berhenti berjualan di Pasar Mama-mama, karena pasar megah itu sepi pembeli. “Kami mau kasih anak anak uang jajan saja setengah mati. Kami jualan bukan untuk kaya. Kami berjualan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Oleh sebab itu, kami meminta kepada DPR Papua untuk perjuangan nasib mama-mama Papua.

Mama Freni kesehariannya sebagai penjual sayur di Pasar Mama-mama  mengatakan dirinya juga baru mendengar jika nilai kucuran Dana Otonomi Khusus Papua mencapai triliunan rupiah. “Jumlah orang Papua sedikit, tetapi kami tidak merasakan hasil dari Dana Otonomi Khusus Papua,” katanya.(*)

Editor: Aryo Wisanggeni G 

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top