HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Mama-mama Pasar Enarotali tagih janji Pemda Paniai bangun Pasar tradisional

Mama-mama Pasar Enarotali tagih janji Pemda Paniai bangun Pasar tradisional

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Paniai, Jubi –  Mama-mama Pasar, demikian sapaan bagi pedagang asli Papua, di Enarotali kembali menagih janji pemerintah daerah membangun pasar baru, pasca kebakaran pada 2014 lalu. Karena belum ada pasar, mama-mama terpaksa menggelar dagangannya di atas tanah sepanjang jalan-jalan di sekitar pasar sentral Enarotali, yang didominasi oleh pedagang non-Papua.

Mama Pince Tebai (44), penjual ikan mujair dari Danau Paniai, mengatakan, sejak beberapa tahun lalu pemerintah daerah setempat telah berjanji akan membangun pasar yang layak di lokasi pasar lama yang terbakar, namun hingga sekarang belum terealisasi.

“Kami tunggu pembangunan pasar di jantung kota Enarotali ini karena tahun 2015 lalu sudah disurvei. Sampai sekarang ini belum ada tanda-tanda mau dibangun,” kata mama Pince, ketika ditemui Jubi di Enarotali, Senin, (6/2/017).

Terpisah, Bupati Paniai, Hengky Kayame, pernah mengatakan, bahwa pihaknya berencana akan memindahkan ratusan pedagang itu dari Pasar Enarotali ke lokasi yang baru, yakni pasar sentral Kota Madi, dalam tahun ini.

“Target kami tahun ini, 2017, lokasi pasar sentral di kota Madi akan selesai. Dan, kepada semua pedagang yang berlokasi di pasar Enarotali dan sekitarnya agar dapat mengikuti kebijakan pemda Paniai,” kata Bupati Hengky.

Rencana pemda untuk memindahkan pedagang mendapat penolakan karena dianggap jauh dari pusat keramaian.

“Kami dengar pak bupati mau pindahkan pasar ke Madi, tapi pedagang dan pembeli siapa yang akan ke sana (Madi). Terlalu jauh sekali,” keluh mama Pince.

Sementara itu, mama Yosina, pedagang pinang, yang mengklaim mewakili 70 pedagang pinang di pasar itu meminta ada perhatian pemerintah untuk membangun tempat khusus pedagang pinang di pasar Enarotali itu. Saat ini, puluhan pedagang pinanang yang sebagian besar perempuan itu berjualan di pinggiran jalanan.

“Tiap hari kami berjualan di pinggir jalan makan debu, walapun pimpinan daerah sering lewat di sini. Kami rasa diabaikan,” kata mama Yosina.

Yosina menuturkan, pasar Enarotali menjadi sentra ekonomi bagi warga di Paniai. Karena itu, ia meminta pemda melihat alternatif lain untuk menempatkan mereka. “Kita perlu alternatif lain dari pasar di kota kecamatan karena jarak itu yang lebih dekat, bukan di Madii,” ucapnya. (*)

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Populer

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)