Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Markus Haluk diperiksa 6 jam dengan 39 pertanyaan karena Seruan Doa 1 Desember

Markus Haluk saat menjalani pemeriksaan di Polresta Jayapura (Dok.Kuasa Hukum)

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Kepolisian Resort Kota Jayapura memeriksa Markus Haluk, Direktur Eksekutif United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) selama enam jam dengan 39 pertanyaan di Polres kota Jayapura, pada Sabtu, 30 November 2019.

“Pemeriksaan dimulai pada pukul 15:20 sore hingga berakhir pada 21:30 malam,” ungkap Gustaf Kawer anggota tim kuasa hukum usai mendampingi proses pemeriksaan kepada Jubi.

Kata tim kuasa hukum, Markus Haluk ditanya sebanyak 39 pertanyaan seputar Seruan Doa Bersama tanggal 1 Desember 2019. Penyidik juga menanyakan statusnya dalam organisasi ULMWP, teknis surat menyurat dalam ULMWP hingga hubungan koordinasi ULMWP di Papua dan di luar negeri.

Kata Kawer, usai menjalani pemeriksaan Markus Haluk menandatangani Surat Klarifikasi. Surat Klarifikasi diserahkan ke Kapolresta dan selanjutnya akan dipertimbangkan.

Loading...
;

“Menurut salah satu penyidik Jatanras Polda Papua yang hadir di ruang penyidik Polresta Jayapura, pihak kepolisian lakukan hal ini didasarkan pada kewenangan pihak kepolisian menahan seseorang selama 1 x 24 jam,” ungkapnya.

Haluk menjalani pemeriksaan didampinggi   Mama Yosepa Alomang dan Tim Hukum dari Koalisi Penegakan Hukum dan HAM Papua. Haluk di periksa di Polresta Jayapura karena sebuah surat yang beredar di publik, yang berisi seruan ibadah syukuran memperingati hari kemerdekaan Papua pada 1 Desember.

Dalam surat itu rencananya kegiatan akan dilaksanakan pada tanggal 1 Desember 2019. Ia kemudian mendapatkan surat panggilan polisi pada 26 November 2019.

“Itulah sebabnya hari ini 30 November siang Markus Haluk mendatangi Mapolresta Kota Jayapura untuk memenuhi panggilan polisi tersebut,” ungkapnya.

Haluk sendiri saat dikonfirmasi mengatakan pemeriksaan terhadap dirinya masih akan berlanjut pada hari ini (Minggu, 1/12/2019) pukul 14:00 di tempat yang sama, Polresta Jayapura.

Pemeriksaan klarifikasi terhadap Markus Haluk dilakukan oleh Penyidik Bagian Tipiter Polresta Jayapura. Awalnya Markus Haluk akan di foto dan disidik jari namun Tim Koalisi membatasinya karena status Markus Haluk diperiksa bukan sebagai tersangka. Selanjutnya pemeriksaan dilakukan tanpa foto dan sidik jari.

Koalisi Penegakan Hukum dan HAM Papua yang mendampingi Haluk selama enam jam lebih adalah Emanuel Gobay, S.H, M.H (LBH Papua), Wellis Doga, S.H (Advokat/Pengacara), Gustaf Kawer, S.H, M.Si, (PAHAM Papua) Yohanis Mambrasar, S.H (PAHAM Papua) dan Yuliana Yabansabra, S.H (ELSHAM Papua)

Engel Surabut, ketua komite Yudikatif ULMWP mengatakan pihaknya tidak kaget dengan pemanggilan dan pemeriksaan terhadap Markus Haluk. Karena, menurut dia, yang dijalani para aktivis Papua adalan bagian utuh atau konsekuensi dari pembebasan bangsa Papua dari penjajahan.

“Perjuangan pembebasan Papua itu tidak ada yang gratis kita harus bayar mahal yaitu dari penangkapan dan pembunuhan,” ungkapnya.

Kata dia, proses hukum dan pembunuhan yang terjadi juga fakta utuh pemerintah yang berkuasa sedang menduduki Papua. (*)

Editor : Victor Mambor

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top