Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Masih ada masyarakat yang berkebun di Robonghollo

Kepala DLH Kabupaten Jayapura, Kris Kores Tokoro, saat memberikan surat imbauan Pemerintah Kabupaten Jayapura kepada masyarakat yang masih berkebun di kawasan cagar alam Robonghollo – Jubi/Engel Wally

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Sentani, Jubi – Setelah banjir bandang Maret lalu menghancurkan kawasan cagar alam Robonghollo, hingga kini masyarakat masih aktif berkebun di lahan tersebut.

Hal ini terungkap dari konsolidasi dan pemantauan lokasi oleh Tim Resort 1 yang membawahi sebagian wilayah Pembangunan I di Sentani, yang dikomandani langsung oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Jayapura, Kris Kores Tokoro.

Dalam pemantauan di lokasi, Kris Kores Tokoro mengatakan pihaknya telah mendapati belasan lahan perkebunan di kawasan cagar alam Robonghollo hingga ketinggian 380dpl yang dimiliki oleh masyarakat di kompleks Taruna dan Milinik.

Dikatakan, ketika mengunjungi lahan perkebunan tersebut yang juga berpapasan dengan pemilik kebun, tim langsung memberikan surat imbaun dan Surat Keputusan Bupati Jayapura terkait larangan beraktivitas di kawasan cagar alam Robonghollo.

“Dampak dari banjir bandang beberapa waktu lalu telah meluas di kawasan cagar alam ini mencapai tiga lapangan sepak bola. Masyarakat sampai berkebun di tempat ketinggian,” ungkap Tokoro, saat dihubungi melalui telepon selulernya di Sentani, Rabu (29/5/2019).

Loading...
;

Dari hasil pemantauan lokasi tersebut, kata Kepala DLH, masyarakat yang diberi imbauan tersebut langsung mengelak dan meminta pemerintah daerah untuk bertanggung jawab terhadap bahan makan mereka sehari-hari apabila kebun mereka ditutup.

“Ada empat resort yang kemarin kita bergerak secara bersamaan di kawasan cagar alam, Sentani, Moi, Depapre, dan Ravenirara. Di mana setiap tim terdiri dari pemerintah daerah, BKSDA provinsi, kelompok pemerhati lingkungan, TNI/Polri, serta masyarakat,” katanya.

Lanjut Tokoro, dari pemantauan yang dilakukan selama tiga hari, tim akan membuat laporan yang selanjutnya akan diberikan kepada Bupati Jayapura.

“Ini baru tim awal, ada tim kedua yang akan turun dan ketika mendapati masyarakat yang masih melakukan aktivitas di kawasan cagar alam akan langsung ditangkap dan diproses secara hukum. Selain itu pos pengamanan akan kembali diaktifkan lagi untuk pengamanan kawasan cagar alam,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Pemuda Peduli Lingkugan Hidup (PPLH) Kota Sentani, Menasse Bernard Taime, mengatakan pihaknya sebagai generasi muda sangat mengharapkan adanya dukungan dari semua pihak. Terutama generasi muda yang saat ini tinggal di Kota Sentani. Selain itu, masyarakat yang berkebun di atas kawasan setelah mendapat imbauan dan larangan dari pemerintah daerah, harap untuk dituruti.

“Robonghollo ini sudah ditetapkan sebagai kawasan bencana permanen, kalau tidak dari sekarang kita perduli, berarti siap-siap saja untuk pindah ke daerah selatan Danau Sentani,” pungkasnya. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top