Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Masih jadi sengketa, pembangunan kantor DJKN Jayapura diprotes warga

Elisabeth Ireuw dengan keluarga membentangkan spanduk peta hak ulayat atas tanah di Kota Jayapura. – Jubi/Mawel

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Elisabeth Ireuw, anggota keluarga Ireuw, memprotes pembangunan kantor Direktorat Jenderal Kekayaan Negara atau DJKN di Jalan Ahmad Yani, Kota Jayapura, Papua. Elisabeth Ireuw menyatakan ia keluarganya merupakan pemilik hak ulayat tanah itu, dan mereka tidak pernah melakukan pelepasan adat atas tanah tersebut. Elisabeth Ireuw juga menegaskan tanah itu tengah disengketakan di pengadilan.

Pada Jumat (8/11/2019), Elisabeth Ireuw mendatangi lokasi tanah itu, mempertanyakan sejumlah aktivitas yang dilakukan di tanah lokasi pembangunan kantor DJKN itu. “Saya sendiri lihat, ambil foto mereka menari di lokasi itu. [Tanah ini] warisan saya, ada dasar hukumnya. [Tanah itu] sedang [dalam] proses [sengketa di] pengadilan,” ungkap Elisabeth Ireuw.

Selaku bagian dari klan Ireuw, Elisabeth Ireuw menyatakan tanah lokasi pembangunan kantor DJKN di Jalan Ahmad Yani, Kota Jayapura, adalah miliknya. Elisabeth menyatakan sejak Perang Dunia II, tanah itu merupakan hak ulayat keondoafian Kristian Ireuw, ayah dari Elisabeth Ireuw.

Ia menyatakan Ondoafi Ireuw telah mewariskan semua dokumen tanah itu kepada anak-anaknya, termasuk dirinya.”Bapak saya yang bertanda tangan dalam dokumen kepemikikan tanah. Kami punya bukti dokumen dan peta,” kata Elisabeth Ireuw.

Loading...
;

Elisabeth Ireuw mengatakan keluarganya sudah berupaya berkomunikasi dengan para pimpinan Kantor Wilayah DJKN Jayapura. Komunikasi kedua belah pihak terputus ketika ada pihak lain yang turut mengajukan klaim atas tanah lokasi pembangunan kantor DJKN, yaitu keluarga Chay. DJKN akhirnya justru berkomunikasi dengan marga Chay.

Elisabeth Ireuw menyatakan DJKN telah mengadu domba keluarga Ireuw dengan keluarga Chay. “Kami sudah bertemu. [Akan tetapi], sekarang dia [DJKN] bawa suku lain, pasang papan nama. Apa dasar hukumnya? Ini adu domba kami orang Papua,” kata dia.

Pada Jumat, Elisabeth Ireuw mendatangi lokasi pembangunan kantor DJKN dengan membawa spanduk peta hak ulayatnya. Ia ingin memasang spanduk peta itu sebagai klaim hak ulayat marga Ireuw. Akan tetapi, upaya Elisabeth Ireuw itu dihalangi polisi.

Kanit Humas Polresta Jayapura, AKP Peter Kendek menyatakan polisi melarang pemasangan spanduk peta tanah ulayat yang diklaim Elisabeth Ireuw, karena ada klaim dari marga Chay atas persil tanah yang sama. “Kami harap Mama [Elisabeth Ireuw] mengajukan pengaduan. Kami [akan] memfasilitasi dua pihak bertemu,” kata AKP Peter Kendek.

Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Jayapura, Roy EF Wayoi mengatakan tanah lokasi pembangunan kantor DJKN itu adalah tanah berstatus barang milik negara. “[Persil tanah itu] berstatus Barang Milik Negara, [dan] bersertifikat,” kata Wayoi kepada jurnalis Jubi, Jumat (8/11/2019).

Wayoi membenarkan persil tanah itu tengah disengketakan di pengadilan, karena digugat oleh klan Ireuw. Saat ini, sengketa itu belum diputus oleh Pengadilan Negeri Kota Jayapura. Wayoi juga membenarkan adanya klaim marga Chay atas persil tanah lokasi pembangunan kantor DJKN itu.

“[Keluarga] Ireuw yang bersengketa dengan Direktorat Jenderal Kekayaan Negara di pengadilan. Ada juga claim dari marga Chay atas lokasi itu,” kata Wayoi.

Wayoi menyatakan terkait klaim adat antara keluarga Ireuw dan masyarakat adat yang lain, hal itu bisa diselesaikan oleh Lembaga Masyarakat Adat Port Numbay, atau oleh para tetua adat di kedua kampung asal kedua marga itu. “Terkait sengketa adat, kewenangan penentuan pemilikan adat di tangan LMA Port Numbay, atau tua adat kedua kampung dua marga itu,” kata Wayoi.(*)

Catatan redaksi atas ralat berita:

Berita ini mengalami ralat pada Sabtu pukul 11.02 WP. Sebelumnya, tertulis bahwa “Elisabeth Ireuw, anggota keluarga Ireuw, memprotes pembangunan kantor Badan Kepegawaian Negara atau BKN di Jalan Ahmad Yani, Kota Jayapura, Papua.” Informasi itu diralat, karena pembangunan kantor yang diprotes Elisabeth Ireuw adalah pembangunan kantor Direktorat Jenderal Kekayaan Negara atau DJKN di Jalan Ahmad Yani, Kota Jayapura, Papua. Seluruh penyebutan BKN dalam berita sebelumnya diralat menjadi DJKN. Kami memohon maaf atas kesalahan itu.

Editor: Aryo Wisanggeni G

 

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top