Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Masyarakat adat Meepago kehilangan tokoh karismatis

Mgr John Philip Saklil pada suatu kesempatan di wilayah Meepago – Jubi/Dok. Abeth You

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Masyarakat adat Meepago kehilangan tokoh agama yang dianggap berkarisma dalam menyuarakan hak-hak orang asli, Mgr John Philip Saklil Pr. dan Pater Yulianus Bidau Mote, Sabtu (3/8/2019) dan Minggu (4/8/2019).

Uskup John Saklil tidak hanya pimpinan Gereja Katolik (Uskup Timika dan Administrator Keuskupan Agung Merauke), tetapi juga idola masyarakat adat karena suara kenabiannya.

“Selama menjadi uskup, beliau punya keprihatinan atas persoalan-persoalan masyarakat adat dan menyuarakan atas berbagai persoalan masyarakat adat tersebut,” kata Ketua Dewan Adat Wilayah (DAW) Meepago, Marco Oktopianus Pekei, kepada Jubi di Jayapura, Senin (5/8/2019).

Persoalan terakhir yang disikapi beliau, kata Pekei, adalah kebijakan pendidikan di Timika yang dinilai sebagai kebijakan yang merugikan sekolah-sekolah swasta yang berdampak pada anak-anak adat yang sedang sekolah di persekolahan swasta.

Loading...
;

“Oleh karena itu, masyarakat adat sungguh merasa kehilangan atas meninggalnya Monsigneur (Mgr) John Philip Gaiyabi Saklil,” ujarnya.

Tidak hanya Uskup John dan Pater Yulianus Mote, masyarakat adat Meepago juga kehilangan tokoh-tokoh agama Katolik lainnya, seperti, Pastor Jack Mote, Nato Gobai, Pr, Dr. Neles Tebai, Pr. dan Mikhael Tekege, Pr dan Pastor Andreas Trismadi.

“Ironisnya, empat imam (pastor) meninggal dunia dalam setengah tahun 2019 ini. Padahal seorang imam biasanya hidup dalam lingkungan yang sehat dan biasanya umur panjang,” katanya.

Ia bahkan menantang pemerintah terkait akses pelayanan kesehatan yang diisukan telah memadai.

”Jika alasan kesehatan yang buruk, maka pemerintah punya akses kesehatan yang baik dan memadai, sehingga semestinya dirawat dengan baik dan tentu sembuh,” katanya.

“Namun, kepada para imam ini ternyata tidak terjadi demikian. Rumah sakit malah menjadi tempat mereka menghembuskan napas terakhir,” katanya.

Menurut dia, kematian beruntun seperti ini jarang dan sangat disayangkan.

“Kondisi ini sungguh sangat memprihatinkan, karena para imam yang menyatu dengan masyarakat adat meninggal dunia satu per satu,” katanya.

“Banyak orang Papua mengatakan bahwa sekarang sudah ada penyakit yang namanya ‘penyakit jatuh’. Apa itu penyakit jatuh? Ini bukan nama penyakit, tapi kondisi awal sebelum meninggal dunia yang hampir sama bahwa para imam (pastor) ini meninggal dunia setelah jatuh tergeletak,” lanjutnya.

“Sama halnya dengan yang dialami Uskup Timika. Beliau sehat seusai kunjungan pastoral di Keuskupan Merauke. Aktivitas seperti biasa, namun siang hari jatuh di depan Kantor Keuskupan dan dilarikan ke Rumah Sakit Mitra Masyarakat Timika, namun tidak tertolong dan meninggal dunia.”

Mereka bukan hanya menjadi tiang gereja, tetapi juga masyarakat adat. Masyarakat adat mengenal mereka, apalagi Uskup Timika yang beberapa hari berakhir menentang kebijakan pendidikan yang merugikan sekolah-sekolah swasta yang berdampak pada pendidikan anak-anak adat di Tanah Amungsa Mimika. Kematian Uskup Timika nampak meninggal dalam kondisi tak wajar.

Pastor Yan Douw, Pr, Pimpinan TOR Wadio Nabire, mengatakan Pastor Nato Gobay jatuh tiba-tiba di kamar mandi lalu meninggal seusai pimpin misa dengan semangat 30 menit sebelumnya.

“Pastor Yulianus Bidau Mote jatuh pingsan tiba-tiba di bandar udara Wamena saat berangkat dari Jayapura ke Wamena untuk memberikan seminar tentang politik dan kerawam kepada Cendekiawan Awam Katolik. Lalu, sakit berobat dan meninggal,” kata Douw.

Lanjut dia, Pastor Neles Kebadabi Tebay jatuh tiba-tiba di ruang kuliah di STFT Fajar Timur lalu sakit, berobat dan meninggal. Demikian pula Mgr. John Philip Saklil yang jatuh terpeleset dan meningal tiba-tiba. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top