Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Masyarakat diminta aktif mengawasi Dana Kampung

Suasana Kampung Nelayan Hamadi, Kota Jayapura, Papua – Jubi/Ramah

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Kepala Dinas Pemerintahan Masyarakat Kampung Kota Jayapura, Jacobus Itaar meminta masyarakat aktif mengawasi Dana Kampung. Selain itu, masyarakat juga harus terlibat dalam perencanaan maupun pembangunan berbagai sarana yang dibiayai Dana Kampung.

“Pemerintah memberikan Dana Kampung agar setiap kampung sejahtera dan mandiri, sehingga mengurangi urbanisasi dari kampung ke Kota Jayapura. Setiap kampung memiliki potensi untuk dikelola,” kata Itaar di Jayapura, Papua, Sabtu (9/3/2019).

Menurutnya, laporan masyarakat merupakan sumber informasi utama pemerintah untuk mengawasi penggunaan Dana Kampung (sebutan program Dana Desa di Papua). “(Jika masyarakat) tidak terlibat aktif, pembangunan di kampung tidak akan membawa perubahan, bahkan pengelolaan anggaran Dana Kampung bisa berlainan dengan kebutuhan warga,” kata Itaar.

Ia meminta Badan Musyawarah Kampung (Bamuskam) menindaklanjuti setiap pengaduan masyarakat dengan meminta klarifikasi kepala kampung. Jika kepala kampung tidak memperbaiki kinerjanya, Bamuskam bisa melaporkan kepala kampung kepada Dinas Pemerintahan Masyarakat Kampung Kota Jayapura.

Loading...
;

“Jika itu terjadi, ada langkah yang akan kami lakukan. Tidak serta-merta proses hukum, namun ada proses pembinaan dulu agar proses pembangunan di kampung terlaksana dengan baik. Selama ini belum ada laporan dari masyarakat terkait penyelewengan Dana Kampung,” tuturnya.

Pada 2019, nilai total anggaran Dana Kampung bagi 14 kampung di Kota Jayapura mencapai Rp115 miliar. Jumlah yang akan diterima setiap kampung bervariasi antara Rp7 miliar hingga Rp12 miliar, disesuaikan dengan luas wilayah dan beban kerja perangkat kampung.

Salah satu tokoh masyarakat di Kampung Hamadi, Deky Muabuai mengatakan Dana Kampung harus bisa mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan warga kampung. Ia mencontohkan, Kampung Nelayan Hamadi berhasil menjadi daerah tujuan wisata yang ramai wisatawan, sehingga banyak warganya mendapatkan manfaat ekonomi dari kunjungan para wisatawan. Para warga Kampung Nelayan Hamadi mendapat tambahan penghasilan dari berjualan ataupun jasa menyediakan lahan parkir.

“Dana kampung dapat dialokasi kepada sektor-sektor yang paling dibutuhkan masyarakat di kampung, sehingga alokasinya menjadi efektif. Bila kepala kampung tidak memanfaatkan dana sebaik-baiknya kami tetap laporkan agar memberikana afek jera kepada kepala kampung lainnya agar tidak main-main dengan dana kampung,” tutur Muabuai. (*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top