Masyarakat Ifar Besar tolak status kampung adat

Masyarakat Ifar Besar tolak status kampung adat

Spanduk yang dibentangkan masyarakat Kampung Ifar Besar di Jembatan Kuning – Jubi/Engel Wally

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Sentani, Jubi – Spanduk putih ukuran 3X1 meter terbentang tepat di atas Jembatan Kuning di Kampung Ifar Besar Distrik Sentani yang bertuliskan “Seluruh warga masyarakat Kampung Ifar Besar dengan tegas menolak kampung adat” dan “Siapapun Ondofolo Ifar Besar harus membangun obhe di kampung“.

Selain spanduk tersebut, ada spanduk lainnya yang berisikan puluhan tanda tangan masyarakat setempat yang mendukung pernyataan sikap yang terpampang di spanduk tersebut.

Kepala Kampung Ifar Besar, Arnold Yoku, saat dihubungi melalui telepon selulernya mengaku tidak melihat secara pasti pemasangan spanduk di atas jembatan yang selalu menjadi kebanggaan masyarakat Kampung Ifar Besar itu.

“Spanduk itu dipasang pagi-pagi sekali, saya pun mendapat laporan dari masyarakat dan belum melihat dan membaca isi spanduk tersebut serta mungkin sejumlah aspirasi yang disampaikan melalui tulisan di sana,” ungkap Arnold di Sentani, Rabu (22/5/2019).

Kendati demikian, Arnold memastikan apa yang dilakukan oleh masyarakatnya adalah sebuah dinamika yang biasa saja terjadi di setiap kampung.

“Kampung adat itu dicanangkan berdasarkan sebuah regulasi, mungkin saja masyarakat belum mengerti. Hal ini tidak ada urusannya dengan persoalan di dalam kampung. Informasi ini akan saya minta petunjuk dan solusi kepada pemerintah daerah,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung (DPMK) Kabupaten Jayapura,  Elisa Yarusabra, mengatakan setiap kampung adat ada tambahan dana afirmatif yang diberikan melalui APBD Kabupaten Jayapura sebesar Rp100 juta, sehingga tidak ada alasan untuk hal yang menyangkut pembangunan tidak dilaksanakan di kampung.

“Pemerintah cukup memproteksi hak-hak masyarakat lokal dengan memberikan ruang serta pendampingan yang terus berjalan dalam pembangunan daerah, bahkan setiap kampung. Oleh sebab itu yang diharapakan dari apa yang dilakukan ini ada keterbukaan kepada masyarakat,” jelasnya. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Populer

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)