Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Masyarakat Marind kecewa sikap DPRD Merauke

Masyarakat Marind dari tiga kampung yang menduduki Bandara Mopah, beberapa hari lalu – Jubi/Frans L Kobun

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Merauke, Jubi – Masyarakat Marind dari tiga kampung yakni Kayakay, Spadem, serta Yobar mengungkapkan kekecewaannya lantaran saat mereka menduduki area Bandara Mopah, tak ada satupun anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Merauke datang, sekaligus membantu memperjuangkan tuntutan ganti rugi kepada pemerintah.

Perwakilan masyarakat tiga kampung, Hendrikus Hengky Ndiken, kepada Jubi, Jumat (6/12/2019), mengungkapkan wakil rakyat sama sekali tak berpihak kepada masyarakat Marind yang tak lain adalah pemilik negeri dalam kota.

Mestinya, lanjut Hengky, ketika mendengar aksi yang dilakukan, harusnya mereka datang dan mendengar langsung, sekaligus memperjuangkan kepada pemerintah.

“Saya melihat DPRD Merauke telah menutup mata dan terkesan masa bodoh terhadap apa yang sedang dialami dan dirasakan orang Marind saat ini,” ujarnya.

Oleh karena fasilitas umum diduduki, harusnya dewan segera turun dan bersama masyarakat memperjuangakan  bersama-sama.

Hengky juga mengancam dalam waktu tidak terlalu lama, masyarakat akan melakukan pemalangan terhadap Kantor DPRD Merauke, lantaran belum adanya pembayaran tanah sampai sekarang.

Loading...
;

H Waros Gebze, salah seorang perwakilan masyarakat Marind, mengaku kecewa karena tak ada anggota dewan datang di bandara atau bersama-sama melakukan pertemuan bersama Bupati Merauke, Frederikus Gebze.

Kan yang melakukan aksi adalah orang asli Marind. Mestinya wakil rakyat harus segera tanggap. Ini justru tidak sama sekali,” katanya. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top