Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Masyarakat Wouma usul perlindungan tempat keramat di Jayawijaya

Foto ilustrasi bakar batu saat Festival Budaya Lembah Baliem di Wamena. -Jubi/Dok

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Wamena, Jubi –  Masyarakat Wouma di Kabupaten Jayawijaya, mengusulkan agar pemerintah menerbitkan peraturan tentang perlindungan tempat-tempat keramat di wilayah itu.

Wakil Bupati Jayawijaya, Marthon Yogobi, mengaku sudah menerima banyak usulan secara lisan dari masyarakat terkait perlindungan tempat-tempat keramat.

“Saya sudah sampaikan kepada kepala distrik, kalau boleh dibuat usulan itu secara tertulis dan disampaikan kepada pemerintah daerah supaya menjadi perhatian,” katanya, di Wamena, Minggu (8/12/2019).

Salah satu tempat keramat yang menjadi usulan masyarakat Distrik Wouma untuk dilindungi adalah di ujung bandara.

Marthin mengatakan ada sekitar enam tempat keramat milik warga Suku Wio yang berada di sekitar wilayah Pemerintahan Jayawijaya.

Loading...
;

“Di suku Wio, kalau tidak salah ada enam. Masing-masing klan suku mereka punya. Misalnya di Wouma, di Wesaput di Elelima, Sabulama,” katanya.

Tempat-tempat itu diyakini oleh masyarakat sebagai tempat bermukimnya para arwah leluhur orang tua, atau menek moyang mereka sehingga tidak boleh dirusak.

“Sehingga mereka minta dilakukan perlindungan, tidak digarap, diambil tanah, pasir, pohon sehingga itu tetap terlindungi,” katanya.

Marthin mengatakan perlu adanya peraturan daerah atau SK bupati terkait perlindungan tempat keramat.

“Agar masyarakat di sana melakukan perlindungan di situ, mereka bisa bikin pagar supaya tidak boleh ada aktivitas lain,” katanya.

Jika tempat-tempat keramat itu dilindungi maka bisa menjadi objek wisata yang menguntungkan kepada masyarakat setempat.

Sebelumnya Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Alpius Wetipo, mengatakan sedang dilakukan pendekatan kepada masyarakat adat, agar mengizinkan pemerintah dan mengenalkan bagaimana cara menjadikan tempat keramat sebagai objek wisata.

Ia mengaku sebagian masyarakat belum mau atau tidak mengizinkan adanya aktivitas wisata di tempat-tempat yang dianggap keramat. (*)

 

Editor: Kristianto Galuwo

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top