Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Mayoritas pengungsi di Gome, Puncak, adalah ibu dan anak 

Foto ilustrasi – pixabay.com

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Kepala Distrik Gome, Nius Tabuni mengatakan jumlah pengungsi yang hingga Selasa (27/8/2019) masih bertahan di di Kantor Klasis Gereja Kemah Injil Indonesia Gome di Kampung Yenggernok mencapai lebih dari 800 orang, dan kebanyakan ibu dan anak-anak. Mereka mengungsi demi menghindari penyisiran aparat keamanan yang mengejar kelompok bersenjata pimpinan Goliat Tabuni dan Anton Tabuni.

“Mereka ini kami tampung semua di ibukota Distrik Gome, Kampung Yengernak. Hal itu untuk memudahkan pengawasan, dan adanya jaminan hukum dari polisi,” kata Nius Tabuni saat dihubungi melalui sambungan telepon pada Selasa.

Sebagian besar pengungsi adalah warga sipil dari Kampung Mitimaga, Tegelobak, Kelanungin, dan telah mengungsi Kantor Klasis Gereja Kemah Injil Indonesia Gome sejak Sabtu (24/8/2019). Pada Minggu, ada 16 warga sipil lain yang turut mengungsi ke sana. Sejumlah 16 warga itu berasal dari Kampung Tegelobak (4 orang), Misimaga (4 orang), Kelanungin (3 orang), Upaga (3 orang), dan Ninggabuma (2 orang). Pada Senin, ada tambahan seorang warga Kelanungin yang mengungsi.

Nius Tabuni mengatakan, kondisi pengungsi khusus anak-anak mereka belum bisa bersekolah. “Sementara ini tidak ada relawan atau guru yang mengajari anak anak ini di tenda pengungsian. Saya akan terus mengontrol  warga saya yang mengungsi, agar mereka merasa aman,” katanya.

Loading...
;

Menurutnya, para pengungsi dari Kampung Upaga, Kelanungin, Tegelobak, Mitimaga, dan Ninggabuma di Distrik Gome itu tinggal di tenda darurat yang didirikan di depan Kantor Klasis Gereja Kemah Injil Indonesia Gome di Kampung Yenggernok. Hingga Selasa, semua pengungsi dalam keadaan sehat.

Nius Tabuni mengatakan pada Selasa rumah sakit telah membagikan empat karung pakaian bagi anak-anak yang mengungsi. “Rumah sakit juga membantu memberikan kue-kue, bingkisan, serta uang 150 juta,” katanya.

Ketua Komunitas Mahasiswa Pelajar Pemuda Puncak, Aperau Kiwak mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan semua mahasiswa Puncak di Jayapura, untuk membahas perkembangan situasi di Distrik Gome. “[Kami akan berdiskusi mencari cara] agar masyarakat bisa mendapatkan rasa aman dengan perlindungan Pemerintah Kabupaten Puncak,” katanya.(*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top